Iklan

Gencatan Senjata, Israel Terus Bantai Petugas Medis Lebanon

Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026 | Selasa, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T11:56:22Z
Beirut,detiksatu.com || Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa situasi kemanusiaan di Lebanon terus memburuk secara drastis meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan.


Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mencatat lebih dari 100 serangan terjadi dalam 24 jam terakhir yang menewaskan 87 orang selama akhir pekan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sedikitnya 2.846 orang tewas dan 8.693 lainnya terluka sejak eskalasi konflik antara penjajah Israel dan Hizbullah pecah pada 2 Maret lalu.

Kementerian Kesehatan melaporkan dua petugas paramedis gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara brutal yang menargetkan fasilitas kesehatan di kota Qalaway dan Tibnin, Lebanon selatan.



Kedua petugas paramedis tersebut tewas secara tragis saat sedang berupaya memberikan pertolongan dalam merespons insiden sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat telah terjadi 158 serangan terhadap layanan kesehatan yang mengakibatkan 108 korban jiwa dan 249 orang terluka sejak awal eskalasi.

“PBB menegaskan kembali bahwa serangan terhadap personel kemanusiaan dan medis tidak dapat diterima dan semakin melemahkan sistem kesehatan yang sudah kewalahan dan akses perawatan darurat bagi warga sipil,” kata OCHA.

Kondisi di lapangan menunjukkan tiga rumah sakit dan 41 pusat layanan kesehatan primer masih lumpuh total, sementara beberapa fasilitas lainnya hanya mampu beroperasi sebagian.


Layanan persalinan di enam rumah sakit di wilayah Lebanon selatan hingga kini belum dapat dilanjutkan setelah ditangguhkan selama masa eskalasi serangan.

Pasukan Israel kembali mengeluarkan perintah pengungsian paksa untuk sejumlah kota di Lebanon selatan dan Kegubernuran Nabatieh yang memicu gelombang pengungsian baru serta membebani tempat penampungan.

“Mitra-mitra kesehatan menyampaikan bahwa para pengungsi, termasuk kelompok-kelompok yang paling rentan seperti wanita hamil, sering menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan yang memadai dan beragam, sehingga meningkatkan risiko kesehatan,” ujar OCHA.

Para mitra kemanusiaan tetap berupaya menyalurkan bantuan dan layanan penting bagi warga terdampak melalui koordinasi erat dengan pemerintah Lebanon di tengah berbagai kendala keamanan.

Hingga saat ini, tim medis telah memfasilitasi lebih dari 585 perawatan pasien di rumah sakit, menyalurkan 18.000 dosis vaksin, dan memberikan lebih dari 4.300 konsultasi perawatan prapersalinan.

Sektor ketahanan pangan juga telah mendistribusikan lebih dari 8,4 juta paket makanan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan akses logistik.

Kebutuhan kemanusiaan saat ini terus melampaui sumber daya yang tersedia karena dana darurat sebesar 308 juta dolar AS yang dibutuhkan hanya terpenuhi sekitar 41 persen.


“Tanpa pendanaan penuh, layanan-layanan penting, seperti kesehatan, air, dan sanitasi, akan terganggu.”


sumber: Xinhua
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gencatan Senjata, Israel Terus Bantai Petugas Medis Lebanon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now