Bogor,detiksatu.com || Mantan menteri Kehutanan Mskaban menyoroti bahaya fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, yang menurutnya dapat berkembang menjadi sesuatu yang dianggap lumrah di tengah masyarakat apabila tidak direspons secara serius.
Ia mengingatkan bahwa penerimaan sosial terhadap perilaku LGBT berpotensi membuka jalan bagi legalisasi perkawinan sesama jenis di Indonesia.
Menurut mantan Menteri Kehutanan,Mskaban jika fenomena tersebut dibiarkan, maka masyarakat dapat secara perlahan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa, hingga akhirnya memperoleh social acceptance atau penerimaan sosial maka pemerintah segera mengatasinya, jangan biarkan LGBT berkembang di negara kita, tegasnya,
“Fenomena bahaya LGBT bisa menjadi lumrah dan akhirnya diterima secara sosial. Bahkan, ini bisa menjadi gerbang masuk fenomena baru yang lebih mengerikan, yakni dilegalkannya perkawinan sesama jenis (same sex marriage),” ujarnya dalam telepon singkat kepada detiksatu.com pada (13/5/26)
Mskaban menilai perkawinan sesama jenis merupakan bentuk penyimpangan serius yang bertentangan dengan nilai agama, moral, dan budaya bangsa, tegasnya;'
Mskaban menyebut saat ini sudah banyak negara, baik besar maupun kecil, yang secara resmi melegalkan pernikahan sesama jenis, sementara pemerintah Indonesia justru mengedepankan hak, dan melegalkan, yang seharusnya, segera menghentikan persolan maraknya LGBT di negara kita , katanya,
Menyoroti isu LGBT, mantan Menteri Kehutanan Mskaban, menilai bangsa Indonesia juga menghadapi persoalan lain yang lebih mendesak, terutama di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan.
Mskaban menyinggung pentingnya implementasi Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten, terutama dalam mewujudkan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
“Pasal 33 UUD 1945 harus dijalankan secara murni dan konsekuen. Jangan sampai ekonomi nasional justru semakin jauh dari cita-cita keadilan sosial,” ujarnya.
Mantan Menteri Kehutanan Mskaban,juga menyoroti isu moral di tingkat elite nasional. Menurutnya, kepemimpinan nasional harus dijaga dari berbagai skandal moral yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Jangan sampai di pucuk pimpinan nasional terjadi skandal moral. Istana harus dijauhkan dari persoalan-persoalan seperti itu,” tegasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya nilai tukar rupiah yang dinilai semakin melemah.
Mskaban mengingatkan agar pemerintah tidak meremehkan kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat. “Berhentilah bergaya seolah semuanya baik-baik saja, sementara rakyat banyak makin terhimpit kehidupannya,” ujarnya.
Dalam pernyataan penutupnya, Mskaban meminta seluruh pihak, khususnya para pemegang kekuasaan, untuk lebih fokus pada penyelesaian persoalan bangsa secara serius dan menghindari manuver politik yang dinilai kontraproduktif.
“Bangsa ini membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar retorika atau manuver politik yang justru menambah persoalan,” pungkasnya. []


Tidak ada komentar:
Posting Komentar