Iklan

Panti Asuhan Guardian Holy Angel Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Jumat, 15 Mei 2026 | Jumat, Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T05:45:41Z
Kupang, detiksatu.com || Panti Asuhan Guardian Holy Angel yang terletak di RT009/RW004, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT terbakar pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WITA.

Peristiwa tersebut menghanguskan hampir seluruh isi bangunan, termasuk dokumen penting, ijazah, ATM, rapor anak-anak panti, perlengkapan, hingga uang tunai milik pengelola panti.

Penanggung Jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CDJ, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan membuat para pengasuh hanya sempat menyelamatkan anak-anak yang berada di dalam panti.

“Puji Tuhan, 19 anak selamat, terutama bayi dan anak-anak kecil yang masih berusia 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 6 tahun,” ujar Suster Marisa saat diwawancarai di penginapan Dinsos NTT, Oepura, Kamis, 14 Mei 2026 pukul 20.37 WITA.

Ia menceritakan, sebelum kebakaran terjadi dirinya bersama beberapa anak sedang berada di ruang tamu. Saat itu, ia mulai mencium bau hangus dari arah kamar.

“Saya dengar, cium ada bau. Lalu, anak kecil berteriak dua kali. Saya kira dia mau susu. Saat saya pergi ambil susu, saya lihat kasur di kamar kosong sudah menyala,” ujar Sr. Marisa.

Dia mengatakan, api pertama kali muncul dari tumpukan tiga kasur di dalam kamar. Angin dari celah belakang kamar membuat api cepat membesar hingga menyambar plafon rumah.

Lalu, ada dua anak laki-laki sempat siram air, tetapi api langsung meledak dan cepat membesar. Tidak sampai 10 menit rumah terbakar,” ungkapnya.

Dalam situasi panik tersebut, tiga hingga empat anak sempat tidak terlihat. Namun, seorang warga nekat menerobos kobaran api dan asap hitam untuk menyelamatkan anak-anak yang masih berada di dalam rumah.

“Ada seorang bapak masuk terobos api dan asap hitam. Dia tarik anak kecil keluar. Ternyata masih ada satu anak duduk di belakang dan belum sadar kalau rumah terbakar,” tuturnya.

Anak tersebut akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar melalui bagian belakang pagar rumah.

Untuk diketahui, Panti Asuhan Guardian Holy Angel telah ditempati sejak tahun 2022. Bangunan yang terbakar tersebut diketahui merupakan milik Eman Mali, yang secara sukarela diberikan untuk digunakan oleh para suster dari Ordo CJD.

Dokumen Penting dan Ijazah Ludes Terbakar

Selain bangunan dan perabotan, kebakaran juga menghanguskan berbagai dokumen penting milik yayasan maupun anak-anak panti.

Suster Marisa da Costa menyebutkan ijazah anak-anak panti, buku rapor, kartu ATM bantuan pemerintah, hingga dokumen yayasan terbakar habis.

“Semua terbakar, mulai ijazah SD, buku rapor, kartu ATM bantuan pemerintah, surat yayasan, surat hibah, sampai surat tanah,” katanya.

Tidak hanya milik anak-anak panti, ijazah para suster pengasuh juga ikut hangus dilalap api.

“Ijazah saya mulai dari TK sampai perguruan tinggi terbakar semua. Suster Delta mau kuliah kedokteran tidak jadi karena ijazahnya terbakar semua," katanya lagi.

Ia menyebutkan, uang tunai sekitar Rp15 juta yang baru diambil, termasuk diberikan seorang teman sebanyak Rp3 juta untuk kebutuhan panti juga terbakar.

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berbagai perlengkapan panti seperti lemari, kasur, meja, kursi, hingga laptop tidak berhasil diselamatkan.

“Ada 13 kasur, 13 lemari, meja, kursi, laptop, hp semua terbakar. Kerugiannya mungkin lebih dari 100 juta rupiah,” sebut Suster Marisa.

Pasca-kejadian, para suster dan anak-anak panti langsung dievakuasi ke penginapan milik Dinas Sosial Pemprov NTT atas arahan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.

Suster Marisa mengaku bersyukur karena banyak pihak segera datang membantu setelah kebakaran terjadi.

“Saya merasa luar biasa dengan perhatian pemerintah, Dinas Sosial, DPRD, dan semua pihak yang membantu kami,” katanya.

Saat ini, pihak panti berencana pindah ke rumah yang sedang direnovasi. Rumah tersebut merupakan milik Jenderal Gabriel Lema yang berada di belakang SMA Negeri 1 Kupang.

Meski berbagai bantuan makanan dan pakaian telah berdatangan, Suster Marisa mengaku dirinya dan anak-anak masih mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut.

“Kami masih sangat trauma. Untuk sementara apa yang ada kami pakai dulu,” ucapnya.

Pendampingan rohani juga terus dilakukan oleh paroki dan pihak Keuskupan Kupang kepada anak-anak maupun para suster pengasuh.

Salah satu suster muda, yakni Suster Delta, bahkan disebut sempat nekat ingin kembali masuk ke dalam kobaran api demi memastikan seluruh anak berhasil diselamatkan.

“Dia (Suster Delta) bilang kalau ada satu anak saja yang terbakar , dia akan masuk lagi ke dalam api, ikut sama-sama. Tapi, puji Tuhan semua selamat,” tutup Suster Marisa. 

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Panti Asuhan Guardian Holy Angel Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now