Ahmad khozinudin: Presiden Prabowo Subianto Fir'aun

Redaksi
Rabu, 17 Juni 2026 | Rabu, Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T02:47:58Z
Jakarta,detiksatu.com || Ada ambiguitas dalam pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang mengimbau masyarakat dan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa agar selalu mengedepankan etika, kesantunan, dan akhlakul karimah dalam menyampaikan kritik. 

Hal itu, disebut meneladani Nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan untuk tetap bertutur kata lembut ketika harus menghadapi Fira'un. 

Dua pernyataan ini, kalaupun tidak bisa disebut bertentangan akan tetapi setidaknya menimbulkan kesimpulan ambigu. Karena ada dua analogi, yang alih-alih menjadi nasehat kesantunan justru menjadi kritik paling sembrono dan merendahkan martabat Presiden Prabowo Subianto.
Boleh saja, meminta mahasiswa agar santun seperti Musa dan Harun. Akan tetapi, bukankah ini sama saja menyamakan Prabowo Subianto dengan Fir'aun?

Seberapa jahat Prabowo Subianto, hingga tega dianalogikan seperti Fir'aun? Apakah Prabowo pernah memerintahkan membunuh setiap bayi laki-laki di negeri ini?

Prabowo tak sejahat Fir'aun. Prabowo saat ini tidak membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Prabowo hanya membiarkan anggaran BPJS Kesehatan defisit 2 triliun per bulan, yang berdampak pada klaim layanan rumah sakit pada BPJS terhambat, hingga saat ini kebijakan uang muka (DP) untuk layanan kesehatan rumah sakit ditiadakan.

Prabowo membiarkan setiap rumah sakit, saat ini khawatir dengan cash flow layanan rumah sakit mereka, karena masalah defisit anggaran BPJS. Jika klaim tertunda, maka rumah sakit akan kelabakan untuk menutupi operasional rumah sakit yang mengandalkan siklus tagihan dari BPJS. 

Saat layanan rumah sakit tersendat, Prabowo hanya membuat yang sakit terlantar (atau meninggal). Yang sehat menjadi sakit. Rumah sakit tempat melayani kesehatan jadi ikut sakit karena problem anggaran.

Sementara untuk MBG?

Prabowo mengalokasikan anggaran Rp 335 triliun per tahun. Artinya, jika dibagi 365 hari, nyaris Rp 1 triliun per hari.

Anggaran MBG 2 hari, setara dengan defisit BPJS satu bulan. Jika MBG libur 12 hari, maka anggaran BPJS setahun bisa ditutupi.

Prabowo hanya jahat, lebih memilih rakyatnya makan siang gratis, tapi membuat anggaran kesehatan terbengkalai. Prabowo tak memikirkan yang sakit, hanya fokus ngurusi agar bisa makan gratis.

Dibalik anggaran MBG, ada Dadan cs yang ikut makan gratis. Kejahatan Prabowo hanya membuat program MBG sebagai lahan korupsi Dadan cs, lingkungan TNI, Polri, DPR, partai, dan semua relawan yang ikut bisnis SPPG.

Jadi, itu hanya sekelumit kejahatan Prabowo. Masih kalah jauh dengan kejahatan Fir'aun yang membunuh setiap bayi laki laki yang lahir.

Karena itu, aneh saat Menag Nasarudin Umar menggunakan analogi Nabi Musa dan Harun terhadap Fir'aun. Prabowo bukanlah Fir'aun dan mahasiswa bukanlah Musa dan Harun.

Biarlah, mahasiswa menjadi diri mereka sendiri. Mengkritik dengan bahasa dan cara mereka sendiri. Jangan dipaksa, mahasiswa menjadi Musa dan Harun, karena itu sama saja menjadikan Prabowo seperti Fir'aun.

Jika dipaksakan, berarti Menag Nasarudin Umar menganggap Prabowo seperti Fir'aun sehingga meminta Mahasiswa menjadi Musa dan Harun. Adab Menag dimana? Tidak sopan, tidak punya akhlak, tidak beretika, bahkan tidak bermoral, seorang Presiden dalam hal ini Prabowo Subianto dianalogikan sebagai Fir'aun. [].


Sumber:Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ahmad khozinudin: Presiden Prabowo Subianto Fir'aun

Trending Now

Iklan