JAKARTA,DETIKSATU.COM || "Gemuruh Istora kembali terdengar. Sebanyak 248 atlet elite dari 22 negara siap bertarung dalam Polytron Indonesia Open 2026 yang resmi bergulir di Jakarta, memperebutkan hadiah total Rp25 miliar dan gengsi sebagai juara salah satu turnamen bulu tangkis paling prestisius di dunia."
Sebagai salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender HSBC BWF World Tour Super 1000, Indonesia Open 2026 memperebutkan total hadiah sebesar US$1,45 juta atau sekitar Rp25 miliar.
Sejumlah pemain papan atas dunia dipastikan tampil, di antaranya An Se-young, Shi Yuqi, Chen Yufei, Anders Antonsen, Ratchanok Intanon, hingga juara dunia asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Kehadiran mereka dipastikan akan menghadirkan persaingan sengit di arena yang dikenal memiliki atmosfer paling ikonik dalam dunia bulu tangkis.
Tuan rumah Indonesia menurunkan kekuatan terbaiknya dengan mengandalkan Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sejumlah talenta muda seperti Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga siap memberikan kejutan.
Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran, menegaskan bahwa Indonesia Open bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga simbol kolaborasi seluruh ekosistem bulu tangkis nasional.
"Polytron Indonesia Open 2026 adalah panggung bersama bagi seluruh ekosistem bulu tangkis Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar ini lahir dari semangat gotong royong sponsor, atlet, pelatih, media, komunitas, hingga para pencinta bulu tangkis," ujar Fadil Imran.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menilai tampil di Istora selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi para atlet Indonesia karena tingginya ekspektasi publik.
"Main di Istora bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal mental dan keberanian menghadapi ekspektasi publik sendiri. Itulah yang membuat Indonesia Open sangat spesial," kata Taufik.
Tak hanya menyuguhkan pertandingan kelas dunia, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan konsep sportainment yang lebih interaktif melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman penonton.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, mengungkapkan bahwa inovasi tersebut dihadirkan agar turnamen semakin dekat dengan masyarakat dan penggemar bulu tangkis.
Antusiasme publik terhadap turnamen ini juga sangat tinggi. Hingga akhir Mei 2026, penjualan tiket telah mencapai lebih dari 76 persen dari total alokasi penjualan daring.
Sebagai sponsor utama, Polytron turut menghadirkan inovasi dengan menjadikan Polytron G3+ Series sebagai official electric vehicle car partner untuk mendukung mobilitas atlet selama turnamen berlangsung.
Dengan dukungan penuh dari PBSI, sponsor, komunitas bulu tangkis, serta ribuan penonton yang akan memadati Istora, Polytron Indonesia Open 2026 dipastikan menjadi salah satu ajang olahraga paling bergengsi yang dinantikan dunia. Kini perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: mampukah wakil Indonesia meraih gelar juara di kandang sendiri?
(Nina)

