Antisipasi Karhutla, Kodim 0419/Tanjab Kerahkan Armada Pemadam dan Personel di 24 Pos

Follow

Antisipasi Karhutla, Kodim 0419/Tanjab Kerahkan Armada Pemadam dan Personel di 24 Pos

Redaksi
Minggu, 26 Juli 2026 | Minggu, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T10:30:13Z
Tanjab Barat, detiksatu.com || Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat selama musim kemarau, Kodim 0419/Tanjung Jabung memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu mesin pompa air untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran hutan.

Dansubsatgas Karhutla Tanjung Jabung Barat, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han. mengatakan dua unit mobil pemadam ditempatkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sedangkan satu mesin pompa air disiagakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Selain kesiapan sarana, Kodim 0419/Tanjab juga telah mengerahkan personel di 24 pos siaga Karhutla yang tersebar di dua kabupaten tersebut.

Sebanyak 15 pos berada di Tanjung Jabung Barat dan 9 pos di Tanjung Jabung Timur, dengan melibatkan unsur BPBD serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) milik perusahaan.

"Sebanyak 15 pos di Tanjab Barat dan 9 pos di Tanjab Timur. Kami bersinergi dengan BPBD, sementara perusahaan juga memiliki Regu Pemadam Kebakaran (RPK) masing-masing," ujar Zulhiadi, Minggu (26/7/2026).

Ia menegaskan, upaya pencegahan terus dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat desa yang dilaksanakan oleh jajaran Koramil di wilayah masing-masing.

"Untuk pencegahan, kami terus berkoordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, dan Polri. Apabila ada titik api, kami bergerak cepat untuk melakukan penanganan," tegasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat hingga saat ini telah terjadi 56 kejadian Karhutla yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Plt Kepala BPBD Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, mengungkapkan bahwa Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 37 kasus, disusul Kecamatan Renah Mendaluh sebanyak 16 kejadian.

Selain itu, Kecamatan Merlung tercatat mengalami 2 kejadian, sedangkan Kecamatan Senyerang mengalami 1 kejadian.

"Saat ini jumlah kejadian Karhutla mencapai 56 kejadian," kata Samsuhadi.
Menurutnya, penanganan Karhutla terus dilakukan secara terpadu melalui koordinasi antara BPBD, TNI, Polri, perusahaan, hingga masyarakat guna mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Di sisi lain, BPBD juga mencatat sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 389 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di berbagai wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selama periode tersebut, luas lahan yang terdampak hotspot maupun kejadian Karhutla mencapai sekitar 40,5 hektare.

Dengan meningkatnya jumlah hotspot dan kejadian kebakaran, pemerintah bersama TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.(Hen)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Antisipasi Karhutla, Kodim 0419/Tanjab Kerahkan Armada Pemadam dan Personel di 24 Pos

Trending Now

Iklan