Jakarta,detiksatu.com || penulis saat ngobrol bareng dengan Bang Petrus Selestinus, Bang Hazairin, Pak Andi Syahrandi, Prof Anthony Budiawan, Pak Syam hingga Pak Abraham Samad, membincangkan Pak Komjen Pol (Purn) Oegroseno. Karena kabar terakhir, beliau mendapatkan undangan dari Kortas Tipidkor Mabes Polri.
Mengenai hal ini, penulis sudah menulis artikel dengan judul 'KRIMINALISASI KOMJEN POL PURN OEGROSENO, KONFIRMASI TAK ADA PERUBAHAN PARADIGMA DI INSTITUSI POLRI'. Ya, penulis memastikan ini adalah modus operandi membungkam atau menyibukkan Pak Oegroseno, disibukkan dengan peristiwa 15 tahun silam.
Cara praktis agar Pak Oegroseno tidak lagi bersuara kritis di ruang publik. Karena kasus ini, mau tak mau menyibukkan dan menyita waktu Mantan Wakapolri ini.
Saat penulis hubungi Sekretaris Beliau, Mba Santy, alhamdulilah ternyata beliau sudah di Back Up tiga kantor pengacara. Mba Santy, meminta penulis untuk mendoakan beliau.
Kami sendiri tak sebatas melihat Pak Oegroseno sebagai sosok polisi jujur. Namun, beliau tetap bersuara untuk kebaikan bangsa meski di fase pensiun, yang umumnya banyak yang memilih rehat dan hidup menikmati hari tua bersama keluarga.
Pak Hazairin Sitepu, bahkan memberikan gelar pada Pak Oegroseno sebagai 'Hoegeng Kedua' di Institusi Polri. Kami sendiri kepikiran, untuk membentuk forum sipil society dan memberikan Hoegeng Awards dengan menetapkan beliau sebagai polisi jujur kedua setelah Pak Jenderal Hoegeng.
Dulu, ada pameo. Polisi jujur di Indonesia itu hanya tiga: 1. Pak Hoegeng, 2. Polisi tidur, 3. Patung polisi. Nah, sekarang polisi jujur ada 4: Jenderal Hoegeng, Komjen Pol Oegroseno, baru polisi tidur dan patung polisi.
Sosok Pak Oegroseno yang sering tampil dengan pemikiran kritis di ruang publik, memberikan optimisme kepada masyarakat. Karena masyarakat menjadi punya harapan, bahwa polisi Indonesia itu tidak semuanya seperti Ferdy Sambo, namun masih ada yang seperti Pak Oegroseno.
Penulis sependapat, yang bisa mengkriminalisasi Jenderal polisi Mantan Wakapolri ya hanya yang punya bintang diatasnya. Dan dalam hal ini, kesimpulan Pak Oegroseno tidak keliru: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ada dibalik Kriminaliasi Komjen Pol (Purn) Oegroseno.
Doa kami, semoga Pak Oegroseno sehat selalu. Selalu dalam naungan Allah SWT, dan diberikan kesabaran dan ikhlas menjalani ujian dari Allah SWT. Amien.
Kepada seluruh rakyat, mari kita terus dukung dan doakan agar kriminaliasi ini tidak menciutkan langkah perjuangan. Selain Pak Oegroseno, rekan sejawat penulis Bang Gufroni, juga sedang dikriminalisasi.
Kepada Presiden Prabowo Subianto. Cukup sudah. Tak ada waktu lagi, segera copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Jangan biarkan institusi Polri menjadi rusak dimata rakyat, karena ulah Kapolri yang gemar menerapkan kebijakan kriminalisasi. [].

