Terkait dengan publikasi berita pada media NewsOneIndonesia.com dan bacanesia.com mengenai penyaluran bantuan beras oleh Oknum Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya (Sdr. Maximus Itlay) kepada Asrama Putra dan Putri Jayawijaya di Jakarta, kami atas nama Badan Pengurus IKB-PMKJ Se-Jabodetabek menyampaikan keberatan serta penolakan secara tegas atas narasi yang dibangun. Ungkap mereka pada (30/7/26)
Adapun hal-hal yang perlu kami luruskan berdasarkan kondisi objektif di lapangan adalah sebagai berikut:
1. Inakurasi Data dan Informasi Media
Pemberitaan yang menyebutkan bahwa bantuan disalurkan secara menyeluruh kepada Asrama Putra dan Putri Jayawijaya di Jakarta tidak sesuai dengan fakta lapangan. Perlu diketahui bahwa mahasiswa Jayawijaya di Jakarta membawahi 4 unit asrama (1 asrama permanen dan 3 asrama kontrakan). Penyaluran bantuan beras sebanyak 1 karung (50 kg) tersebut hanya diterima oleh 2 asrama (Putri Jakarta Selatan dan Putra Jakarta Timur), sehingga 2 asrama lainnya tidak mendapatkan distribusi sama sekali.
2. Penolakan terhadap Politisasi Bantuan dan Komodifikasi Isu
Kami mengecam keras penggiringan narasi yang memanfaatkan entitas mahasiswa serta keberadaan asrama di Jakarta sebagai instrumen pencitraan publik maupun agenda politik personal. Mahasiswa Jayawijaya adalah wujud independensi yang bermartabat dan tidak sepatutnya dijadikan komoditas publisitas.
3. Penegakan Integritas dan Hak Jawab
Guna menjaga marwah pers dan keterbukaan informasi publik, kami mendesak pihak redaksi NewsOneIndonesia.com, bacanesia.com, serta pihak-pihak terkait untuk melakukan koreksi/revisi terhadap artikel tersebut. Kami menghimbau penerapan Hak Jawab yang proporsional dan objektif sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.
Refleksi dan Realita Logistik Mahasiswa Jayawijaya di Perantauan
Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Keberadaan pelajar dan mahasiswa Kabupaten Jayawijaya di kota studi se-Jawa, Bali, dan Sumatera adalah bentuk investasi sumber daya manusia demi masa depan tanah kelahiran.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami merasa perlu menyampaikan gambaran objektif mengenai program bantuan beras berkala (3 bulan sekali) dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang selama ini menjadi salah satu pilar penopang kebutuhan dasar mahasiswa perantauan:
Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Program penyaluran bantuan logistik saat ini mengalami penundaan dan belum terealisasi selama kurun waktu 8 bulan. Kondisi ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pangan harian mahasiswa di tengah tingginya dinamika biaya hidup di kawasan Jawa, Bali, dan Sumatera.
Keseimbangan Akademik
Pemenuhan kebutuhan dasar yang belum berjalan berkesinambungan menuntut mahasiswa membagi fokus antara tuntutan akademik dan upaya mandiri menjaga ketahanan pangan harian.
Urgensi Keterbukaan Komunikasi
Belum hadirnya informasi resmi terkait kendala administratif maupun teknis dari dinas terkait memicu ketidakpastian informasi di tingkat kota studi perantauan.
Harapan dan Penutup
Kami meyakini bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya—khususnya Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, serta jajaran dinas terkait—memiliki komitmen yang sama besar terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda Jayawijaya.
Melalui pernyataan ini, kami bermaksud membangun ruang dialog yang konstruktif. Harapan besar kami tercurah agar kendala teknis dalam distribusi alokasi logistik ini dapat segera diurai dan diselesaikan, sehingga stabilitas kehidupan dan kelancaran studi mahasiswa Jayawijaya se-Jawa, Bali, dan Sumatera dapat kembali terjaga.
Pernyataan ini kami sampaikan secara terbuka dengan penuh rasa tanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, integritas, serta marwah mahasiswa dan pelajar Kabupaten Jayawijaya di Jakarta.
Badan Pengurus Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya (BP IKB-PMKJ) Se-Jabodetabek

