Pantauan di lapangan serta rekaman gambar dan video yang beredar memperlihatkan sepanjang badan jalan dipenuhi batu-batu lepas, kerikil berukuran beragam yang sangat tajam, serta sisa-sisa lapisan aspal yang sudah terkelupas parah. Permukaan jalan yang menanjak dan bergelombang membuat pengendara, terutama pengguna sepeda motor, harus menahan keseimbangan dengan sangat hati-hati layaknya sedang melintasi jalur petualangan alam terbuka.
Kerikil yang berserakan rawan membuat ban kendaraan tergelincir, sementara batu-batu besar yang tidak tertata meningkatkan risiko kecelakaan. Risiko ini dirasakan paling berat oleh para lansia yang beraktivitas keluar-masuk dusun, maupun warga yang setiap hari mengangkut hasil bumi untuk dijual ke pusat pasar.
Sejumlah warga setempat mengaku kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada penanganan yang bersifat permanen dari Pemerintah Daerah Kabupaten Barru.
“Jalanan seperti ini sangat membahayakan nyawa kami. Kalau tidak ekstra hati-hati, sekejap saja motor bisa langsung jatuh tersandung batu lepas. Kami jadi bertanya-tanya, apakah Pemda sengaja membiarkan jalan begini supaya kami setiap hari dipaksa uji adrenalin sendiri?” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi, Sabtu (25/7/2026).
Kondisi infrastruktur yang seolah terabaikan ini memicu keprihatinan mendalam. Warga Dusun Kalompie seolah diingatkan bahwa kemudahan menikmati akses jalan yang aman dan mulus masih menjadi sesuatu yang mahal dan belum bisa dirasakan secara merata di wilayah mereka.
Sesuai prinsip kontrol sosial pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta amanat UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan, penyediaan akses jalan yang aman, nyaman, dan layak merupakan kewajiban mutlak pemerintah daerah untuk menjamin keselamatan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat Dusun Kalompie memohon agar instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barru serta jajaran Pemerintah Daerah, tidak lagi menutup mata terhadap keluhan ini. Warga berharap alokasi anggaran perbaikan segera disiapkan dan direalisasikan secepatnya, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan hingga jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu di jalur tersebut.
(Tim Liputan)


