JFC 2026 Tak Sekadar Karnaval, Pemkab Jember Bidik Efek Ekonomi untuk Tekan Angka Kemiskinan

Follow

JFC 2026 Tak Sekadar Karnaval, Pemkab Jember Bidik Efek Ekonomi untuk Tekan Angka Kemiskinan

Sabtu, 25 Juli 2026 | Sabtu, Juli 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-25T14:35:52Z
JEMBER – detiksatu.com // Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) bukan hanya agenda pariwisata dan pertunjukan seni berskala internasional. Di balik kemeriahan karnaval tersebut, pemerintah daerah menargetkan dampak ekonomi yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga pekerja informal.

Komitmen itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, usai menghadiri rangkaian JFC Red Carpet di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (24/7/2026) malam.

Menurutnya, setiap kegiatan yang difasilitasi pemerintah harus memiliki nilai tambah bagi perekonomian daerah. 

Karena itu, JFC dipandang sebagai salah satu instrumen yang mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus memperkuat citra Jember di tingkat nasional maupun internasional.

"JFC telah membuktikan diri bukan hanya sebagai panggung kreativitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Hotel-hotel penuh, usaha kuliner ramai, pedagang kecil ikut menikmati peningkatan pendapatan. Inilah dampak yang ingin terus kita perkuat," ujar Gus Fawait.

Ia menjelaskan, selama dua dekade lebih penyelenggaraannya, JFC telah bertransformasi menjadi ruang lahirnya talenta-talenta kreatif sekaligus magnet kunjungan wisatawan. 

Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan banyak sektor usaha.

Karena itu, Pemkab Jember akan terus mengarahkan setiap agenda besar daerah agar tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang terukur bagi masyarakat.

Gus Fawait juga mengaitkan strategi tersebut dengan upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember. 

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 8.000 warga Jember telah berhasil keluar dari kategori penduduk miskin.

Capaian tersebut, kata dia, menjadi modal untuk mengejar target yang lebih ambisius, yakni menurunkan jumlah penduduk miskin hingga berada di bawah angka 200 ribu jiwa, sesuatu yang belum pernah tercapai dalam satu dekade terakhir.

Optimisme itu didukung oleh sejumlah indikator ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah melampaui Rp1 triliun hingga pertumbuhan ekonomi Jember yang menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Tapal Kuda.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta lebih selektif dalam merancang program dan kegiatan. Setiap anggaran yang dikeluarkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan aktivitas ekonomi baru.

"Semua kegiatan pemerintah harus memiliki dampak. Tidak boleh sekadar seremonial, tetapi harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mengurangi kemiskinan di Kabupaten Jember," tegas Gus Fawait.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • JFC 2026 Tak Sekadar Karnaval, Pemkab Jember Bidik Efek Ekonomi untuk Tekan Angka Kemiskinan

Trending Now

Iklan