Kronologi Bentrokan Antar Kelompok Di Matraman Akibat Kenalpot Bising

Follow

Kronologi Bentrokan Antar Kelompok Di Matraman Akibat Kenalpot Bising

Redaksi
Senin, 27 Juli 2026 | Senin, Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T13:47:13Z
Jakarta ,detiksatu.com || Bentrokan yang melibatkan dua kelompok di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu 26 Juli 2026, masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Peristiwa tersebut berujung tragis setelah seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polres Metro Jakarta Pusat hingga kini masih mendalami rangkaian kejadian yang memicu bentrokan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait penyebab insiden itu

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa bentrokan bukan dipicu oleh persoalan tidak membayar nasi uduk seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, keributan bermula dari aksi dua orang pengendara sepeda motor yang membuat kebisingan di sekitar lapak pedagang nasi uduk.

Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung.

Berawal dari Teguran Warga

Kronologi bentrok bermula ketika dua pemuda melintas menggunakan sepeda motor sambil menggeber-geber mesin kendaraan mereka. Suara bising yang ditimbulkan mengganggu warga dan para pedagang yang masih beraktivitas di sekitar lokasi.

Merasa terganggu, sejumlah warga kemudian menegur kedua pemuda tersebut. Namun, teguran itu justru memicu ketegangan karena keduanya tidak menerima diperingatkan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, mereka diduga kembali dengan membawa sekitar lima orang rekannya.

Situasi kemudian berubah menjadi ricuh ketika kelompok tersebut diduga melakukan aksi perusakan terhadap sejumlah lapak pelaku UMKM di sekitar lokasi serta melakukan pemukulan terhadap warga.

"Ditegur tidak terima, dan 2 orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah 5 orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada. Bahkan ada warga yang terpukul," ujarnya. 
Bentrokan Meluas hingga Jalan Tambak

Keributan yang awalnya terjadi di sekitar warung nasi uduk kemudian meluas ke kawasan Jalan Tambak, Menteng. Warga yang merasa lingkungan mereka diserang akhirnya melakukan perlawanan sehingga bentrokan tak terhindarkan.

Aksi saling lempar batu pun terjadi antara kedua kelompok. Situasi yang semakin memanas membuat aparat kepolisian turun tangan untuk mengendalikan keadaan sekaligus mengevakuasi korban.

Dalam insiden tersebut, dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban berinisial K (23) dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya, sedangkan korban lainnya berinisial DS masih menjalani perawatan medis.

Reynold menjelaskan, kemarahan warga dipicu karena mereka merasa lingkungan tempat tinggalnya telah terusik akibat aksi kelompok pemuda tersebut.

Warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS," tuturnya.

Menurut hasil penyelidikan sementara, bentrokan bahkan berlanjut hingga ke sebuah lahan kosong yang diduga menjadi tempat berkumpul atau lokasi tinggal para pemuda yang sebelumnya terlibat keributan.

Polisi Selidiki Dugaan Pengaruh Minuman Keras

Selain mengusut pelaku penganiayaan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pengaruh minuman beralkohol dalam insiden tersebut. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak RSCM untuk memastikan kondisi para pelaku maupun korban sebelum bentrokan terjadi.

"Kalau saat dilakukan pada saat pengecekan di lokasi, tentu yang ada kebisingan. Namun nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak RSCM di mana apakah memang ada kaitan dengan minuman keras sehingga berdampak si orang ini melakukan geber-geber motornya," ujar Reynold

Hingga kini, Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 15 orang juga telah diperiksa secara intensif guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk peran masing-masing pihak dalam bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab bentrokan sekaligus menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang merenggut satu nyawa tersebut.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kronologi Bentrokan Antar Kelompok Di Matraman Akibat Kenalpot Bising

Trending Now

Iklan