Dilansir Anadolu Agency, Jumat (17/7/2026), dalam sebuah pernyataan, tentara Iran mengatakan menargetkan Pangkalan Udara Al-Sakhir, tempat helikopter militer AS dan pesawat pengintai P-8 ditempatkan, menggunakan drone kamikaze Arash.
Serangan itu disebut sebagai tanggapan terhadap serangan AS yang menargetkan infrastruktur sipil dan orang-orang tak berdosa di Iran.
Tentara Iran berjanji akan memberikan tanggapan "cepat dan tegas" terhadap tindakan permusuhan lebih lanjut. Mereka memperingatkan bahwa setiap kesalahan perhitungan tekad Iran atau kemampuan militer angkatan bersenjatanya dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan membawa "biaya yang besar."
Sementara itu, sirene serangan udara berbunyi di seluruh Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat.
Ketegangan regional meningkat sejak Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran lalu membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Namun, ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir di Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan.(Red)

