Jakarta,detiksatu.com || Ahamd khozinudin merasa sangat prihatin, masih ada yang percaya dan menanyakan apakah penulis pindah ke kubu Jokowi, hingga ikut percaya gosip murahan yang menyebut penulis akan menjadi pengacara seseorang yang penulis sendiri tidak kenal (Taufik Bil Faqih). Bahkan, ada yang menanyakan langsung (japri) ke penulis.
Sebenarnya, pertanyaan tersebut yang ditujukan secara langsung ke penulis termasuk lancang dan merendahkan. Seolah-olah, seperti tidak tahu rekam jejak penulis yang selama ini berjuang melawan kezaliman Jokowi.
Namun, karena ada fakta sejumlah pengkhianatan, dari orang yang dulu kencang melawan Jokowi, namun belakangan sowan ke Solo dan bahkan ada yang menjadi 'Die Hard' Jokowi, maka pertanyaan tersebut masih wajar. Bukan dalam konteks meragukan kredibilitas penulis, namun ingin keyakinan dan harapan itu tidak terjadi, dan mendapatkan kepastian dari penulis.
Melalui artikel ini, penulis tegaskan semua informasi terkait judul artikel ini adalah gosip murahan. Motifnya, ingin menjauhkan dukungan rakyat kepada penulis sekaligus melemahkan perjuangan melawan kezaliman Jokowi.
Memang benar, ada orang yang dulu penulis bela, yang berkhianat meninggalkan penulis, menempuh model berjuang sendiri, cari selamat sendiri dan turut menyelematkan Jokowi. Karena mereka ini menghindari pokok perkara untuk menuntaskan kasus ijazah palsu dan cari selamat sendiri, lalu membebankan pembuktian ijazah palsu kepada rakyat (buang badan). Padahal, mereka-lah yang meneliti dan meyakinkan rakyat bahwa ijazah Jokowi palsu.
Kenyataan ini, justru menguatkan adanya skenario penyelamatan Jokowi melalui RJ terselubung, yang dibungkus putusan pengadilan. Orang semacam inilah, yang harusnya dipertanyakan komitmen perjuangannya, bukan penulis yang konsisten bersama tim TA-AKAA ingin membongkar kasus ijazah palsu.
Buzer Jokowi sendiri berharap, penulis pindah kubu. Karena selama ini, penulis menjadi salah satu penghalang untuk melakukan perdamaian yang telah dijembatani oleh Si Pengacara Raja Konten. Padahal, mereka sudah lama ingin damai, dan hanya bisa menjerat beberapa saja, tak bisa semuanya.
Buzer pengacara Raja konten ini, juga ikut menghembuskan gosip. Berusaha mendelegitimasi penulis dengan tuduhan pengacara yang ingin penjarakan klien.
Modus untuk menjerat dan memboyong ke Solo adalah dengan memisahkan dengan tim penulis. Lalu, tuduh penulis keras, pengacara yang mau penjarakan klien, dan akhirnya yang lembek itu pun melunak, sowan ke Solo.
Yang belakangan meninggalkan penulis modusnya juga sama. Menuduh penulis keras dan gemar penjarakan klien. Padahal, motifnya ingin damai dengan Jokowi melalui 'putusan win win', baik melalui peradilan maupun putusan eksepsi. Karena dua putusan ini esensinya sama, bersama dengan Jokowi, tak perlu ke pokok perkara, sehingga Jokowi selamat tak perlu diadili di persidangan bersama ijazahnya.
Jadi, cukup ya klarifikasinya. Penulis tegaskan tidak akan berpindah ke kubu Solo, walaupun itu sangat diinginkan Jokowi. Apalagi cuma jadi pengacara orang yang tidak penulis kenal dan bagian dari kubu Jokowi. Penulis pastikan, keinginan Jokowi untuk menggaet penulis di kubunya tak mungkin terwujud dan mustahil ibarat unta masuk ke lubang jarum. [].

