Jember , detiksatu.com || Ribuan mahasiswa yang mengikuti KKN Kolaboratif ke-5 Tahun 2026 meninggalkan desa-desa lokasi pengabdian dengan membawa satu catatan penting: kerja mahasiswa di lapangan ikut menopang upaya pemerintah memetakan persoalan kemiskinan.
Bupati Jember Gus Fawait menilai keberadaan mahasiswa selama KKN tidak berhenti pada kegiatan sosial maupun program kampus. Mereka juga terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pemerintah, salah satunya pendataan masyarakat dalam Desil 2.
Hal tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri Ngaji Kebangsaan sekaligus penarikan KKN Kolaboratif ke-5 di Alun-Alun Jember, Senin (24/8/2026) sore.
Gus Fawait menyebut progres pendataan Desil 2 yang dilakukan peserta KKN telah mencapai sekitar 85 persen. Menurut dia, capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran dalam pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
"Sebagai mantan aktivis kampus saat S1, saya melihat capaian teknis mahasiswa. Pendataan Desil 2 berhasil mencapai 85 persen dengan pendekatan yang santun, tenang, dan tanpa riuh provokatif di media sosial," ujar Gus Fawait.
Bagi Gus Fawait, metode pendekatan menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Mahasiswa tidak hanya dituntut memperoleh data, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dengan masyarakat tanpa menimbulkan gesekan.
Ia bahkan menyebut kerja tersebut sebagai bagian dari langkah konkret dalam penanganan kemiskinan. Sebab, pemerintah membutuhkan gambaran kondisi masyarakat yang valid sebelum menentukan intervensi dan program.
"Ini kerja nyata di akar rumput. Kalau datanya benar, kebijakan pemerintah juga bisa lebih tepat sasaran," tegasnya.
Atas kontribusi tersebut, Gus Fawait memberikan penghormatan secara simbolis kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing. Bersama jajaran pejabat Pemkab Jember yang berada di panggung, ia membungkukkan badan menghadap peserta KKN.
Aksi tersebut menjadi salah satu momen yang cukup mencuri perhatian dalam acara penarikan KKN. Bukan sekadar seremoni, gestur itu menjadi bentuk penghargaan atas kerja ribuan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
Di penghujung sambutannya, Gus Fawait kembali mencairkan suasana.
Ia menyinggung kemungkinan adanya mahasiswa yang menemukan pasangan selama menjalani KKN.
Candaan itu langsung disertai pesan agar mahasiswa tidak melupakan tujuan utama mereka berada di bangku kuliah.
"Kalau ada yang mendapatkan pasangan selama KKN, semoga berjodoh. Tetapi pendidikan S1 harus dituntaskan dulu," katanya.
KKN Kolaboratif ke-5 sendiri melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Penarikan peserta turut dihadiri pimpinan kampus dan dosen pembimbing dari Jember maupun luar daerah.
Pemkab Jember berharap pola kolaborasi tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Pemerintah daerah membuka ruang agar perguruan tinggi tetap terlibat dalam berbagai agenda pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
(Wiwik)