Di hadapan ribuan jamaah, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, tokoh lintas agama, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah, Fawait menegaskan pembangunan Jember harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan pelayanan publik.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Jember menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh warga memperoleh pelayanan yang sama tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Komitmen tersebut, kata dia, diwujudkan melalui berbagai program unggulan.
Mulai pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan yang dipermudah, layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Jember, hingga program Homecare yang menyasar masyarakat miskin ekstrem agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan langsung ke rumah pasien.
Di sektor pendidikan, Pemkab Jember juga memperluas akses beasiswa. Tahun ini, program tersebut tidak hanya menyasar pelajar berprestasi, tetapi juga membuka jalur khusus bagi kalangan santri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Fawait berharap Jember Bersholawat tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan keagamaan berskala besar juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan karena memberi peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
"Semoga setiap lantunan sholawat menjadi doa bagi keberkahan Kabupaten Jember. Kami ingin Jember menjadi daerah yang rukun, religius, maju, dan terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.
(Wiwik)