Jakarta,detiksatu.com | Jokowi adalah tokoh paling culas sepanjang era Reformasi. Ia tidak segan memakai segala cara busuk, kotor, bahkan ilegal demi satu tujuan: kekuasaan yang tak pernah padam, dan kini dilanjutkan lewat anaknya, Gibran, yang dipaksakan jadi presiden.
Lihat strateginya: manfaatkan kemarahan rakyat yang sedang membara, lalu tumpangi RUU Perampasan Aset seolah-olah pejuang anti-korupsi. Padahal di balik itu, ia sedang merancang panggung agar Gibran naik, sementara dirinya tetap menjadi dalang di belakang tirai.
Lebih jahat lagi, relasi oligarki yang ia pelihara digunakan untuk menjatuhkan nilai ekonomi dan membakar hutan. Kekacauan diciptakan dengan sengaja. Fakta di lapangan jelas: hampir 80% kebakaran lahan terjadi di kawasan milik oligarki “peliharaan” Jokowi. Bukan kebetulan. Ini skenario.
Jika Jokowi dan seluruh proksinya tidak segera dinepalkan, Indonesia akan terus diacak-acak dari dalam. Musuh utama rakyat Indonesia hari ini bukan asing, bukan oposisi, melainkan Jokowi beserta jaringan dinasti dan oligarkinya.
Menepalkan Jokowi bukan sekadar mengganti orang. Itu berarti menyelamatkan Indonesia dari kehancuran yang sedang digarap secara sistematis.

