Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai: Bangun Infrastruktur, Hadirkan Pendekatan Berbasis Riset dan Akademik

Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai: Bangun Infrastruktur, Hadirkan Pendekatan Berbasis Riset dan Akademik

Agustus 28, 2026 | Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T03:48:59Z

Mentawai,detiksatu.com || Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis riset dan akademik.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut melibatkan tim peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung serta para perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SeskoAD).
Keterlibatan akademisi dan perwira siswa tersebut bertujuan untuk mengkaji secara lebih mendalam dampak pembangunan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Tim peneliti UPI yang terlibat terdiri dari Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., Riko Arrasyid, M.Pd., dan Dadi Mulyadi Nugraha, M.Pd. Mereka berkolaborasi dengan personel SeskoAD, yakni Letkol Inf Mansur Kole, S.Ag., M.M., Mayor Arh David Afriliansyah, S.Than., dan Mayor Inf Gafa Aditya Siswanto, S.Than.
Tim peneliti bersama personel SeskoAD turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan serta wawancara dengan masyarakat penerima manfaat maupun warga yang terdampak pembangunan.

Sejumlah lokasi yang ditinjau antara lain dua unit jembatan beton di Dusun Katiet dan Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan. Selain itu, tim juga meninjau satu unit jembatan gantung di Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai strategis karena membuka akses transportasi antardusun dan desa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis. Infrastruktur itu juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi maupun sosial.

Selain pembangunan jembatan, program Karya Bakti TNI AD juga menghadirkan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik strategis di Kecamatan Sipora Selatan dan Sipora Utara.

Di antaranya berada di Yayasan Santo Yosef Dusun Sioban, SDN 27 Beriulou, Kantor Desa Bosua, serta kawasan permukiman warga di Nemnem Leleu Utara.

Ketua Tim Peneliti UPI, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., mengatakan keterlibatan akademisi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai dampak pembangunan terhadap masyarakat.

“Kami tidak hanya melihat hasil fisik, tetapi juga perubahan sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujar Nandi.

Hasil penelusuran lapangan menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan Satgas Karya Bakti TNI AD.

Aulia (27), salah seorang penerima manfaat sumur bor di Yayasan Santo Yosef, Dusun Sioban, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan fasilitas air bersih tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajarannya, khususnya TNI AD, atas bantuan yang diberikan melalui Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat. Dengan adanya sumur bor, kami merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan air di lingkungan gereja,” kata Aulia.

Hal serupa disampaikan Dedi Putra (45), warga Desa Bosua. Menurutnya, keberadaan jembatan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini sangat membantu kami. Sekarang kami tidak perlu memutar jalan jauh. Anak-anak sekolah juga lebih aman,” ujarnya.

Komandan Kodim 0319/Mentawai sekaligus Dansatgas Karya Bakti TNI AD, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan vital masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan jembatan kemajuan ekonomi dan kemudahan akses warga untuk keperluan pendidikan, kesehatan maupun perdagangan hasil bumi,” ujar Bambang.

Sementara itu, di lokasi sumur bor Desa Beriulou, tim peneliti juga melihat langsung fasilitas yang telah selesai dibangun. Tim bersama para murid SD bahkan mencoba fasilitas tersebut dengan mencuci tangan dan membasuh wajah menggunakan air yang mengalir dari sumur bor.

Kolaborasi antara akademisi UPI dan perwira SeskoAD menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan Karya Bakti TNI AD 2026. Selain mendokumentasikan hasil pembangunan, tim peneliti juga mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan program, termasuk tingkat partisipasi masyarakat dan kearifan lokal yang masih terjaga.

“Kami melihat semangat gotong royong yang kuat antara TNI dan masyarakat. Ini adalah modal sosial yang sangat penting untuk keberlanjutan program ke depan,” kata Riko Arrasyid, M.Pd., anggota Tim Peneliti UPI.

Capaian Karya Bakti TNI AD 2026

Selama 50 hari pelaksanaan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, TNI AD merealisasikan berbagai program pembangunan fisik dan nonfisik.

Pada sektor air bersih dan sanitasi, telah dibangun 10 titik sumur bor dan 10 unit MCK untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi.

Untuk mendukung konektivitas antarwilayah, dibangun 6 unit jembatan, yang terdiri dari 5 jembatan beton dan 1 jembatan gantung, serta pengerasan jalan sepanjang 300 meter.

Program juga menyasar peningkatan kualitas hunian dan fasilitas sosial melalui rehabilitasi 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 1 unit mushola, 1 unit gereja, dan 1 unit sekolah.

Tidak hanya pembangunan fisik, Karya Bakti TNI AD juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya operasi katarak, sunatan massal, pengobatan gratis, pembagian 1.500 paket sembako, serta sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara dan rekrutmen TNI.

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi kontribusi TNI AD dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Menurut Rinto, pelaksanaan Karya Bakti TNI AD selama 50 hari telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur sekaligus membantu menjawab sejumlah kebutuhan masyarakat.

“Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat yang digelar di Kabupaten Kepulauan Mentawai selama 50 hari pada tahun 2026 telah menorehkan hasil pembangunan infrastruktur yang cukup signifikan dan menyeluruh,” ujar Rinto.

Dengan melibatkan TNI, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program Karya Bakti TNI AD 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu bentuk kolaborasi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial, ekonomi, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan.

(Dedi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai: Bangun Infrastruktur, Hadirkan Pendekatan Berbasis Riset dan Akademik

Trending Now