Situbondo,detiksatu.com || Keceriaan ratusan anak Raudhatul Athfal (RA) mewarnai pelaksanaan kirab yang digelar PC Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Panji, Situbondo, dan Panarukan, Sabtu (29/8/2026).
Dengan mengenakan beragam pakaian dan atribut menarik, anak-anak tersebut mengikuti kirab bersama para guru dan pendamping. Kegiatan itu menjadi salah satu momentum kebersamaan bagi lembaga pendidikan anak usia dini di tiga wilayah.
Kirab secara resmi dilepas oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Dr. H. Muhammad Faris, S.Ag., M.Pd.I., bersama Camat Panji, Kiptiyah Rikawati, S.TP, M.Si.
Pelepasan peserta berlangsung dalam suasana meriah. Sebelum memulai perjalanan, anak-anak tampak berbaris bersama rombongan dari masing-masing lembaga RA.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para guru dan orang tua turut memberikan pendampingan kepada anak-anak agar pelaksanaan kirab berjalan tertib dan lancar.
Di tengah barisan peserta, terdapat sosok Adinda Putri Zahrotussyfa yang menarik perhatian. Siswi TK Nurul Firdaus Curah Jeru, Kecamatan Panji, tersebut mendapat kepercayaan untuk membawa foto Wakil Bupati Situbondo.
Dengan penuh percaya diri, Adinda membawa foto Wakil Bupati Situbondo sebagai bagian dari rangkaian kirab. Kehadirannya menjadi salah satu warna tersendiri dalam kemeriahan kegiatan tersebut.
Adinda Putri Zahrotussyfa diketahui merupakan putri dari salah satu Wakil Ketua LSM Penjara. Namun, dalam kegiatan kirab itu, ia tampil bersama peserta lainnya sebagai bagian dari keluarga besar pendidikan anak usia dini.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi anak-anak. Kirab juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan untuk memperkenalkan kebersamaan, kedisiplinan, keberanian, dan rasa percaya diri kepada peserta sejak usia dini.
Kasi Penma Kemenag Situbondo, Dr. H. Muhammad Faris, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mampu mempertemukan anak-anak RA dari berbagai lembaga pendidikan.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter generasi masa depan. Karena itu, proses pendidikan harus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang secara menyeluruh.
“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, disiplin, dan kemampuan bersosialisasi,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan dapat membantu anak-anak memperoleh pengalaman baru. Pembelajaran pun tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Faris berharap lembaga pendidikan RA terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu mendorong tumbuh kembang anak, baik dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, maupun pembentukan kepribadian.
Sementara itu, Camat Panji Kiptiyah Rikawati memberikan apresiasi kepada para guru, pengurus PC IGRA, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kirab tersebut.
Menurutnya, kegiatan bersama seperti kirab memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mengenal lingkungan di luar sekolah. Selain itu, anak-anak juga dapat berinteraksi dengan teman-teman dari lembaga pendidikan lainnya.
Kiptiyah berharap sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi anak-anak.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan dukungan bersama. Anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, bermain, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka,” katanya.
Sepanjang pelaksanaan kirab, suasana penuh keceriaan terlihat dari wajah para peserta. Anak-anak berjalan dalam barisan sambil mendapatkan pendampingan dari guru dan orang tua yang hadir.
Melalui kirab anak RA yang digelar PC IGRA Panji, Situbondo, dan Panarukan tersebut, diharapkan tumbuh generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga percaya diri, berakhlak, disiplin, dan mampu membangun kebersamaan sejak usia dini. (Agus)