Kebakaran Gereja di Cianjur, Lantai Dua dan Tiga Terbakar Saat Persiapan Ibadah

Kebakaran Gereja di Cianjur, Lantai Dua dan Tiga Terbakar Saat Persiapan Ibadah

Agustus 24, 2026 | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T03:09:48Z
CIANJUR, DETIKSATU.COM ||  Kebakaran melanda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan KH Muhammad Ali, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026) sore. Api membakar bagian lantai dua dan tiga bangunan yang digunakan sebagai tempat peribadatan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.15 WIB, ketika pengurus gereja tengah mempersiapkan ibadah yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 WIB.

Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, api diduga pertama kali muncul setelah pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dinyalakan. Saat itu, muncul percikan api yang disertai asap dan bau sebelum api kemudian membesar.

“Pada waktu menghidupkan air conditioner (pendingin ruangan), terjadi percikan api yang diawali dengan asap dan bau. Hal tersebut kemudian berlanjut pada terbakarnya lantai 2 dan lantai 3 yang dijadikan tempat peribadatan,” kata Alexander di lokasi kejadian.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan sumber api sekaligus mengetahui apakah kebakaran berkaitan dengan gangguan teknis, kelalaian, atau faktor lainnya.

“Apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis perlengkapan peralatan seperti AC atau hal lain, nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor,” ujarnya.

Upaya pemadaman melibatkan personel dan armada gabungan dari berbagai unsur. Sebanyak 12 unit kendaraan pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur dikerahkan ke lokasi.

Penanganan juga diperkuat tiga unit kendaraan Yonif 300/Raider, satu unit kendaraan Kodim 0608/Cianjur, serta dua unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Cianjur.

Dukungan pasokan air turut diberikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).

Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan, overhaul, dan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

Setelah penanganan selama beberapa jam, api dinyatakan padam total sekitar pukul 21.00 WIB.

“Alhamdulillah pukul 21.00 WIB api berhasil dipadamkan total dan tidak ada korban jiwa,” kata Alexander.

Dalam proses pemadaman, sejumlah petugas dilaporkan mengalami luka ringan dan sesak napas. Kondisi tersebut terjadi saat personel berjibaku melakukan penanganan di lokasi kebakaran.

Pasca-kebakaran, polisi memasang garis pengaman di sekitar bangunan untuk kepentingan pemeriksaan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.

Alexander meminta warga tidak memasuki maupun melintasi area yang telah disterilkan sampai pemeriksaan selesai dan kondisi bangunan dinyatakan aman.

“Kami imbau kepada masyarakat, area ini telah kami sterilisasi dengan membentangkan police line. Demi keamanan dan keselamatan, mohon untuk tidak diterobos dan diperhatikan betul bahwa area tersebut tidak untuk dilalui sampai garis polisi digulung dan proses pemulihan dijalankan,” ujarnya.

Alexander mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, PMI, relawan, masyarakat, serta jemaat GBI Nehemia dalam penanganan kebakaran tersebut.

Ia menyebut proses pemadaman sempat menghadapi kendala kepadatan lalu lintas karena kebakaran terjadi pada sore hari di kawasan yang cukup sibuk. Namun, koordinasi lintas instansi memungkinkan proses penanganan tetap berjalan hingga api berhasil dipadamkan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengamanan lokasi untuk mendukung proses penyelidikan.(Bet)

CIANJUR,DETIKSATU.COM || Kebakaran melanda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan KH Muhammad Ali, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026) sore. Api membakar bagian lantai dua dan tiga bangunan yang digunakan sebagai tempat peribadatan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.15 WIB, ketika pengurus gereja tengah mempersiapkan ibadah yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 WIB.

Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, api diduga pertama kali muncul setelah pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dinyalakan. Saat itu, muncul percikan api yang disertai asap dan bau sebelum api kemudian membesar.

“Pada waktu menghidupkan air conditioner (pendingin ruangan), terjadi percikan api yang diawali dengan asap dan bau. Hal tersebut kemudian berlanjut pada terbakarnya lantai 2 dan lantai 3 yang dijadikan tempat peribadatan,” kata Alexander di lokasi kejadian.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan sumber api sekaligus mengetahui apakah kebakaran berkaitan dengan gangguan teknis, kelalaian, atau faktor lainnya.

“Apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis perlengkapan peralatan seperti AC atau hal lain, nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor,” ujarnya.

Upaya pemadaman melibatkan personel dan armada gabungan dari berbagai unsur. Sebanyak 12 unit kendaraan pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur dikerahkan ke lokasi.

Penanganan juga diperkuat tiga unit kendaraan Yonif 300/Raider, satu unit kendaraan Kodim 0608/Cianjur, serta dua unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Cianjur.

Dukungan pasokan air turut diberikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).

Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan, overhaul, dan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

Setelah penanganan selama beberapa jam, api dinyatakan padam total sekitar pukul 21.00 WIB.

“Alhamdulillah pukul 21.00 WIB api berhasil dipadamkan total dan tidak ada korban jiwa,” kata Alexander.

Dalam proses pemadaman, sejumlah petugas dilaporkan mengalami luka ringan dan sesak napas. Kondisi tersebut terjadi saat personel berjibaku melakukan penanganan di lokasi kebakaran.

Pasca-kebakaran, polisi memasang garis pengaman di sekitar bangunan untuk kepentingan pemeriksaan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.

Alexander meminta warga tidak memasuki maupun melintasi area yang telah disterilkan sampai pemeriksaan selesai dan kondisi bangunan dinyatakan aman.

“Kami imbau kepada masyarakat, area ini telah kami sterilisasi dengan membentangkan police line. Demi keamanan dan keselamatan, mohon untuk tidak diterobos dan diperhatikan betul bahwa area tersebut tidak untuk dilalui sampai garis polisi digulung dan proses pemulihan dijalankan,” ujarnya.

Alexander mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, PMI, relawan, masyarakat, serta jemaat GBI Nehemia dalam penanganan kebakaran tersebut.

Ia menyebut proses pemadaman sempat menghadapi kendala kepadatan lalu lintas karena kebakaran terjadi pada sore hari di kawasan yang cukup sibuk. Namun, koordinasi lintas instansi memungkinkan proses penanganan tetap berjalan hingga api berhasil dipadamkan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengamanan lokasi untuk mendukung proses penyelidikan.(Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kebakaran Gereja di Cianjur, Lantai Dua dan Tiga Terbakar Saat Persiapan Ibadah

Trending Now