Langit Diselimuti Asap, Pandangan Terbatas, Keluhan Masyarakat: Sampai Kapan?

Langit Diselimuti Asap, Pandangan Terbatas, Keluhan Masyarakat: Sampai Kapan?

Agustus 28, 2026 | Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T01:41:18Z
KALIMANTAN BARAT, DETIKSATU.COM || Kabut asap kembali menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.28 Agustus 2026 Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena selain membuat jarak pandang terbatas, asap juga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang tetap menjalankan kegiatan belajar di sekolah.

Pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemadaman terhadap titik api. Namun, masyarakat berharap langkah tersebut tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, melainkan juga diperkuat dengan upaya pencegahan dan pengawasan sejak dini.

Rusman Heriawan, aktivis lingkungan hidup di Kalimantan Barat, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut, khususnya dampak kabut asap yang dirasakan anak-anak sekolah.

> “Kasihan anak-anak yang sekolah. Mereka terdampak dan harus menghirup udara yang tidak segar akibat kabut asap,” ujar Rusman Heriawan.



Menurut Rusman, persoalan karhutla perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak. Anak-anak yang sedang menjalani proses pendidikan seharusnya mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman, termasuk udara yang layak untuk dihirup.

Ia berharap penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemadaman titik api, tetapi juga dengan memperkuat pencegahan, pemantauan wilayah rawan kebakaran, edukasi masyarakat, serta penegakan aturan apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti secara hukum.

Kabut asap juga dapat memberikan dampak lebih luas apabila terbawa angin ke wilayah lain. Karena itu, persoalan karhutla bukan hanya menyangkut lingkungan di sekitar titik kebakaran, tetapi juga dapat memengaruhi masyarakat di wilayah yang lebih luas.

Rusman mengajak seluruh pihak untuk tidak menganggap persoalan kabut asap sebagai sesuatu yang biasa terjadi setiap tahun.

“Kita tentu berharap anak-anak bisa sekolah dengan udara yang sehat dan segar. Jangan sampai mereka menjadi pihak yang harus menanggung dampak dari persoalan karhutla,” katanya.

Masyarakat pun berharap upaya pemerintah dalam menangani karhutla terus ditingkatkan, sehingga kabut asap tidak kembali menjadi persoalan yang berulang dan mengganggu kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Langit Diselimuti Asap, Pandangan Terbatas, Keluhan Masyarakat: Sampai Kapan?

Trending Now