Makassar,detiksatu.com || Persoalan pengelolaan sampah di Kota Makassar tidak hanya berkaitan dengan tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari. Kondisi armada pengangkut sampah juga menjadi salah satu perhatian serius karena sejumlah kendaraan yang digunakan untuk menunjang pelayanan kebersihan tercatat mengalami kerusakan.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menunjukkan, dari total 1.073 unit motor roda tiga yang menjadi bagian dari armada pengangkutan sampah, terdapat ratusan unit yang kondisinya tidak lagi optimal.
Sebanyak 236 unit mengalami rusak ringan, sementara 77 unit lainnya mengalami rusak berat. Dengan demikian, terdapat sedikitnya 313 unit motor roda tiga yang saat ini berada dalam kondisi tidak baik.
Kerusakan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota dalam menjaga kelancaran pelayanan pengangkutan sampah di berbagai wilayah Makassar.
Armada pengangkut sampah memiliki peran penting dalam memastikan sampah dari lingkungan permukiman, fasilitas umum, hingga titik-titik pengumpulan dapat diangkut menuju lokasi pengelolaan atau tempat pemrosesan akhir.
Ketika sebagian armada mengalami kerusakan, kemampuan pelayanan pengangkutan berpotensi ikut terdampak. Armada yang seharusnya beroperasi secara rutin harus menjalani perbaikan, sementara kendaraan yang masih layak pakai dapat menanggung beban kerja lebih besar.
Tidak hanya motor roda tiga, persoalan kondisi armada juga ditemukan pada sejumlah jenis kendaraan lainnya. Kerusakan tercatat pada armada Tangkasaki, dump truck, arm roll truck, hingga mobil compactor.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DLH Makassar, mengingat kebutuhan terhadap armada pengangkut sampah cukup tinggi. Di tengah aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan permukiman, sistem pengangkutan sampah membutuhkan dukungan kendaraan yang memadai agar pelayanan dapat berjalan secara efektif.
Namun, Kepala DLH Makassar Helmy Budiman menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semata-mata dapat diselesaikan dengan melakukan peremajaan atau penambahan armada.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber sampah, khususnya rumah tangga, hingga proses pengangkutan dan pengelolaan di tingkat wilayah.
Artinya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi beban sistem pengangkutan sampah. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sampah yang masih memiliki nilai guna, seperti plastik, kertas, kardus, logam, maupun jenis sampah lainnya, dapat dipisahkan untuk kemudian dikelola melalui sistem pengurangan dan pemanfaatan kembali.
Dengan pemilahan dari sumber, tidak seluruh sampah harus masuk ke dalam sistem pengangkutan menuju tempat pemrosesan akhir. Sampah yang dapat dimanfaatkan atau didaur ulang bisa dikelola terlebih dahulu melalui berbagai fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
DLH Makassar pun mendorong penguatan Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, serta TPS3R di berbagai wilayah.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya bergantung pada pengangkutan menggunakan armada pemerintah.
Bank Sampah Unit dapat menjadi tempat masyarakat memilah dan menyerahkan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sementara Bank Sampah Sektor dapat memperkuat pengelolaan pada skala wilayah yang lebih luas.
Adapun TPS3R diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle, sehingga sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.
Konsep tersebut juga dinilai dapat membantu pemerintah mengurangi tekanan terhadap armada pengangkut sampah.
Jika sampah sudah dipilah dan sebagian dikelola di tingkat rumah tangga maupun komunitas, volume sampah yang harus diangkut tentunya dapat berkurang. Dengan begitu, armada yang tersedia dapat difokuskan untuk mengangkut sampah residu yang memang tidak lagi dapat dimanfaatkan.
Persoalan kerusakan ratusan armada ini menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat pengelolaan sampah secara lebih menyeluruh.
Peremajaan kendaraan tetap dibutuhkan untuk memastikan pelayanan kebersihan berjalan maksimal. Namun, penambahan maupun perbaikan armada harus berjalan beriringan dengan upaya mengurangi sampah dari sumbernya.
Pemerintah kota juga diharapkan terus melakukan pemetaan terhadap kondisi seluruh armada, mulai dari kendaraan yang mengalami kerusakan ringan hingga kendaraan yang membutuhkan perbaikan berat atau bahkan penggantian.
Langkah tersebut penting agar pelayanan pengangkutan sampah tidak terganggu, terutama di wilayah dengan produksi sampah yang cukup tinggi.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah secara benar juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, pengelola lingkungan, pengurus RT/RW, komunitas, pelaku usaha, hingga pengelola bank sampah memiliki peran masing-masing dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Makassar.
Dengan memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan lingkungan, beban pengangkutan dapat ditekan. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan, sementara sampah residu dapat ditangani melalui sistem pengangkutan yang lebih terarah.
Kerusakan 313 dari 1.073 motor roda tiga, atau sekitar 29 persen dari jumlah tersebut, menunjukkan bahwa kondisi armada perlu mendapatkan perhatian. Namun, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan mengganti kendaraan yang rusak.
Dibutuhkan strategi yang lebih komprehensif, yakni memperbaiki dan meremajakan armada sekaligus mengurangi volume sampah melalui pemilahan dan pengelolaan dari sumber.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sistem persampahan Kota Makassar diharapkan dapat menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya diukur dari seberapa banyak armada yang mampu mengangkut sampah setiap hari, tetapi juga dari seberapa banyak sampah yang berhasil dikurangi, dipilah, dimanfaatkan, dan dikelola sebelum mencapai tempat pemrosesan akhir.(Fajar)