Maulid di Mahalona Raya,Ketika Meneladani Rasulullah Dipraktikkan dalam Kehidupan

Maulid di Mahalona Raya,Ketika Meneladani Rasulullah Dipraktikkan dalam Kehidupan

Agustus 26, 2026 | Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T03:10:49Z

LUWU TIMUR,DETIKSATU.COM || Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mahalona Raya, Luwu Timur, tidak berhenti pada ceramah keagamaan. Warga juga diajak menguji pengetahuan yang jarang dibicarakan dalam forum pengajian: bagaimana mengurus jenazah ketika kematian datang di tengah keluarga.

Hal itu terlihat dalam Tabligh Akbar se-Mahalona Raya yang dihadiri Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam di halaman Masjid Salman Al-Farizi, Desa Libukan Mandiri, Kecamatan Towuti, Selasa malam (26/8/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Meneladani Rasulullah untuk Mewujudkan Masyarakat Luwu Timur yang Maju dan Sejahtera.” Penceramah yang dihadirkan adalah Dr. Zainal Abidin, alumni Darul Internasional ASFA Foundation di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kapolsek, Kepala Desa Libukan Mandiri Sahril T., tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dari kawasan Mahalona Raya turut hadir.

Namun perhatian Bupati Irwan tidak hanya tertuju pada ceramah. Ia justru menyoroti salah satu rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam peringatan Maulid itu: lomba penyelenggaraan jenazah.

Peserta dari masing-masing desa mempraktikkan tahapan penanganan jenazah. Mulai dari penanganan awal dalam kondisi kedaruratan hingga tata cara memandikan jenazah.

Bagi Irwan, perlombaan tersebut memiliki nilai praktis yang jarang diperoleh masyarakat dalam kegiatan seremonial.

“Ini kegiatan yang sangat baik. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat juga mendapatkan pembelajaran melalui lomba penyelenggaraan jenazah. Ini menjadi pengetahuan yang sangat penting bagi kita semua,” ujar Irwan.

Maulid yang Tidak Sekadar Seremonial

Peringatan Maulid biasanya identik dengan ceramah, pembacaan selawat, dan jamuan bersama. Di Mahalona Raya, kegiatan itu ditambahkan dengan pembelajaran yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mengurus jenazah merupakan bagian dari pengetahuan keagamaan yang dibutuhkan masyarakat. Namun keterampilan tersebut tidak selalu dimiliki setiap keluarga.

Ketika kematian datang, keluarga sering berada dalam situasi emosional. Pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan menjadi penting agar proses penyelenggaraan jenazah dapat berlangsung sesuai tuntunan agama.

Karena itu, lomba tersebut bukan sekadar mencari pemenang. Ada pengetahuan yang sedang dipindahkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi Bupati Irwan, model kegiatan seperti itu membuat peringatan Maulid memiliki manfaat yang lebih konkret. Nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dibicarakan melalui ceramah, tetapi diterjemahkan menjadi kepedulian, kebersamaan, dan keterampilan yang dapat digunakan masyarakat.

Ia berharap peringatan Maulid dapat terus menjadi ruang untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus hubungan sosial masyarakat.

Dari Libukan Mandiri untuk Mahalona Raya

Kepala Desa Libukan Mandiri, Sahril T., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Luwu Timur dan rombongan dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta rombongan yang telah hadir dan bersama-sama masyarakat Mahalona Raya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Sahril.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Penghargaan diberikan untuk kategori lomba bunga male dan tata cara memandikan jenazah.

Di halaman Masjid Salman Al-Farizi malam itu, Maulid akhirnya menemukan bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rasulullah dikenang melalui selawat dan ceramah. Tetapi keteladanan juga dicoba diterjemahkan dalam tindakan: belajar, berbagi pengetahuan, membantu sesama, dan mempersiapkan diri menghadapi persoalan yang suatu saat pasti datang.

Sebab, memperingati Nabi bukan hanya soal mengingat sejarah hidupnya. Yang lebih sulit adalah membawa nilai-nilai keteladanannya ke dalam kehidupan masyarakat. (yul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Maulid di Mahalona Raya,Ketika Meneladani Rasulullah Dipraktikkan dalam Kehidupan

Trending Now