NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, melakukan kunjungan ke SDK Rowa, Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo yang terdampak bencana gempa bumi.
Kedatangan Mendikdasmen disambut oleh Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Djogo, S.Sos, Forkopimcam Kecamatan Boawae, serta para guru dan siswa-siswi TK Sta. Maria Ines Rowa, SDK Rowa, dan SMPN 6 Boawae.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen berinteraksi langsung dengan para siswa melalui wawancara, permainan (games), serta bernyanyi bersama. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan semangat dan dukungan psikologis kepada anak-anak pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Nagekeo.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Mendikdasmen berfoto bersama para siswa dan menyerahkan bantuan secara simbolis bagi satuan pendidikan TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs yang terdampak bencana.
Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap ceria dan optimis setelah mengalami musibah gempa bumi.
“Alhamdulillah, hari ini saya didampingi Bapak Wakil Bupati dan Bapak Kepala Dinas Pendidikan sempat berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Hari ini saya bersama-sama dengan anak-anak semuanya memberikan semangat secara psikologis agar mereka tetap ceria, tetap gembira setelah terjadinya musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, termasuk di Nagekeo ini,” ujarnya.
Mendikdasmen menjelaskan, pemerintah memberikan berbagai bentuk dukungan bagi sekolah dan warga satuan pendidikan yang terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi 9000 buku cerita, 400 buku nonteks untuk seluruh jenjang pendidikan, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 baju kaos, serta 1.650 bingkisan makanan ringan.
Selain itu, pemerintah juga membangun 20 tenda ruang kelas darurat untuk mendukung keberlangsungan proses pembelajaran bagi siswa yang sekolahnya terdampak.
Dukungan lainnya diberikan melalui voucher bantuan bagi sekolah terdampak gempa dengan total nilai 860 juta untuk 61 sekolah, dengan rincian bantuan sebesar 15 juta untuk masing-masing 32 sekolah rusak berat dan Rp10 juta untuk masing-masing 29 sekolah rusak ringan.
Pemerintah juga memberikan santunan bagi guru dan murid yang meninggal dunia sebesar Rp35 juta, serta santunan bagi GTK yang menjadi korban luka-luka dengan total keseluruhan Rp270 juta.
Untuk mendukung pemulihan psikologis warga satuan pendidikan, pemerintah turut menghadirkan tim trauma healing.Sekolah-sekolah yang terdampak gempa juga mendapatkan prioritas untuk memperoleh program revitalisasi pada tahun 2026.
Mendikdasmen juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi.
“Kami juga mengucapkan turut berdukacita untuk keluarga korban yang meninggal. Semoga semuanya diberikan ketabahan dan juga tentunya semoga semuanya diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,”ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dan saling mendukung dalam menghadapi dampak bencana.
“Kita semuanya tetap optimis, tetap semangat, saling bekerja sama, saling mendukung. Tidak ada alasan kita saling menyalahkan. Mudah-mudahan musibah yang kita alami ini kita selesaikan bersama-sama,”tuturnya.
Kunjungan Mendikdasmen ke SDK Rowa menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah, guru, dan peserta didik untuk kembali bangkit serta melanjutkan proses pembelajaran dengan semangat dan optimisme.
Reporter: Stefan