Kota Kupang,detiksatu.com || Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat kerja sama pendidikan tinggi lintas negara dengan Timor Leste melalui kunjungan kerja ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Kupang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari silaturahmi Atase Pendidikan Timor Leste ke Pascasarjana Undana sepekan sebelumnya.
Pertemuan itu sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat kerja sama pendidikan, riset, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia antara Indonesia dan Timor Leste.
Rombongan Pascasarjana Undana dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Hamza H. Wulakada, didampingi Wakil Direktur I Bidang Akademik Dr. Jefry Likadja, Wakil Direktur II Bidang Umum Dr. Alfred Dima, Koordinator Program Studi S2 Ilmu Lingkungan Prof. Anthony Ola, serta dua staf kesekretariatan.
Rombongan diterima langsung oleh Konsul Jenderal RDTL di Kupang, Espedito da Conceicao Ribeiro, bersama jajaran staf konsulat.
Dalam sambutannya, Konjen Ribeiro menyampaikan bahwa Pemerintah Timor Leste memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kelanjutan studi warga Timor Leste di Undana.
Menurut Ribeiro, kedekatan geografis Dili-Kupang yang hanya ditempuh sekitar enam jam perjalanan, ditambah ikatan sosial, budaya, dan sejarah antara Timor Leste dan Timor Barat, menjadi faktor utama yang membuat UNDANA menjadi pilihan strategis bagi putra-putri Timor Leste untuk melanjutkan pendidikan.
“Pertemuan ini sangat berarti bagi kami. Ke depan, Konsulat Jenderal akan terus mendukung penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara kedua negara,” ujar Ribeiro.
Konjen Ribeiro juga menyampaikan sejumlah harapan konkret untuk pengembangan kerja sama kedua pihak. Di antaranya kolaborasi riset lintas negara di wilayah perbatasan, program pertukaran mahasiswa dan dosen, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di kawasan perbatasan, serta KKN Internasional.
Selain itu, Konsulat Jenderal Timor Leste berharap Undana dapat membuka kursus bahasa Portugis dan bahasa Tetun. Program tersebut dinilai penting untuk mengatasi kendala bahasa yang selama ini dihadapi mahasiswa asal Timor Leste yang menempuh pendidikan di Undana.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pascasarjana Undana Dr. Hamza H. Wulakada menegaskan bahwa kunjungan tersebut membawa amanah dari visi Rektor Undana Prof. Jefri Bale agar Undana terus memberikan dampak dan menjadi “World Class, Locally Relevant University”.
“Silaturahmi ini bukan sekadar memenuhi target kinerja mahasiswa internasional, tetapi juga bentuk tanggung jawab kami untuk terus menguatkan relasi sosial-budaya dan kesejarahan antara Indonesia dan Timor Leste melalui dunia pendidikan,” kata Doktor Hamza.
Dia juga menawarkan Pascasarjana Undana sebagai tuan rumah pertemuan ilmiah internasional yang mempertemukan Indonesia, khususnya Timor Barat, dan Timor Leste, khususnya Timor Timur.
Pertemuan ilmiah tersebut diusulkan digelar secara berkala dengan lokasi yang bergantian antara Kupang dan Dili. Forum tersebut nantinya dapat menjadi ruang untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset yang berkaitan dengan kawasan perbatasan kedua negara.
Pertemuan antara Pascasarjana Undana dan Konsulat Jenderal RDTL di Kupang itu ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cenderamata.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana Undana juga secara khusus mengundang Konjen Ribeiro untuk memberikan kuliah umum pada kegiatan penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Undana mendatang.
Penulis: Emanuel Boli