CIANJUR,DETIKSATU.COM || Relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Wadon, Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menghadapi keterbatasan peralatan dan logistik. Kondisi tersebut mendorong relawan menggalang donasi untuk mendukung proses pemadaman.
Donasi yang terkumpul digunakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan pemadaman, perlengkapan pendukung, serta logistik bagi relawan yang berada di lokasi.
Relawan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Niko Rastagil, mengatakan keterbatasan peralatan telah dirasakan sejak hari pertama kebakaran. Saat itu, relawan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lokasi.
"Saat hari pertama kejadian kita berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, seperti kayu dan ranting. Karena tidak ada cangkul serta gacok," kata Niko, Rabu (12/8/2026).
Menurut Niko, memasuki hari kedua hingga hari keempat, relawan, sukarelawan, dan masyarakat mulai mengumpulkan dana secara mandiri untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan kebakaran.
"Mengenai peralatan sejak hari pertama sampai hari keempat itu pakai alat seadanya dan relawan membawa peralatan sendiri. Hingga kini kita masih membutuhkan peralatan lainnya," ujarnya.
Pada hari keenam penanganan karhutla, kebutuhan logistik relawan disebut masih menjadi persoalan. Pasokan kebutuhan dasar bagi personel yang terlibat dalam upaya pemadaman dinilai belum mencukupi.
Niko mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima relawan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mulai menempatkan polisi hutan (polhut) dan mendirikan posko penanganan karhutla di kawasan Kawah Wadon pada Selasa (11/8/2026) malam.
Selain itu, posko juga didirikan di depan Kantor BBTNGGP pada hari keenam penanganan kebakaran.
"Sedangkan dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) yang kami tahu mengutus polisi hutan (polhut), mendirikan tenda posko penanganan karhutla di area Kawah Wadon Gunung Gede pada Selasa 11 Agustus 2026 malam, dan di depan Kantor TNGGP di hari keenam," kata Niko.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di kawasan Kawah Wadon masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama untuk memastikan ketersediaan peralatan dan logistik bagi personel yang berada di lapangan.(Bet)