LEBAK,DETIKSATU.COM || Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) PAC Maja mendesak DPRD Kabupaten Lebak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan SPPG Javier yang berada di Desa Sangiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, dan dinaungi Yayasan Mitra Wahid Kebumen.
Ketua BBP PAC Maja, Marup, bahkan meminta agar pengelola SPPG tersebut dicopot apabila hasil evaluasi nantinya menemukan adanya pelanggaran atau persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Marup pada Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menilai pengelolaan SPPG Javier perlu mendapatkan perhatian serius karena program MBG berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat.
“Ini soal perut rakyat dan gizi anak-anak. Jangan sampai program negara yang niatnya mulia malah dikotori oleh kelalaian dan keserakahan oknum,” tegas Marup.
BBP PAC Maja memberikan batas waktu 3 x 24 jam kepada Dinas Kesehatan dan DPRD Kabupaten Lebak untuk turun melakukan evaluasi serta mengambil langkah sesuai kewenangan. Jika tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, BBP mengancam akan menggelar aksi dengan melibatkan massa dalam jumlah besar.
Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan BBP PAC Maja antara lain meminta evaluasi dan pencopotan pengelola SPPG Javier serta pihak terkait di wilayah Sangiang apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Selain itu, BBP mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dan mutu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
BBP juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke lokasi SPPG guna memastikan kondisi dapur, proses pengolahan makanan, kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
“Kami meminta Dinkes jangan hanya rapat di ruangan. Turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi sebenarnya,” ujar Marup.
Selanjutnya, BBP meminta DPRD Kabupaten Lebak menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan SPPG Javier.
Marup menegaskan pihaknya tidak menolak program MBG. Sebaliknya, BBP mengaku mendukung program pemerintah tersebut, namun meminta pelaksanaannya dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan.
“Kami sudah muak dengan pembiaran. SPPG ini bukan proyek pribadi. Ini amanat negara untuk anak-anak dan warga miskin. Kalau tidak sanggup mengelola, mundur,” tegasnya.
BBP PAC Maja menyatakan aksi yang akan dilakukan nantinya tetap mengedepankan ketertiban dan berlangsung secara damai, namun dengan jumlah massa yang cukup besar. Pihaknya juga menyebut surat pemberitahuan aksi kepada Polres Lebak akan segera dilayangkan.
“Kami mendukung program pemerintah. Tapi kami akan lawan siapapun yang bermain-main dengan program itu,” pungkas Marup.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan DPRD Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait desakan evaluasi terhadap SPPG Javier tersebut.
(Jul)