Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Cianjur, Warga Cipanas Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Cianjur, Warga Cipanas Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

September 06, 2026 | September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T09:02:44Z

CIANJUR,DETIKSATU.COM || Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan mencapai sebagian besar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, termasuk kawasan Cipanas, Minggu (6/9/2026). Warga melaporkan abu menempel di halaman rumah, teras, hingga kendaraan.

Laporan tersebut sejalan dengan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur juga mendata abu vulkanik telah mencapai sebagian besar wilayah Cianjur. Abu dilaporkan turun dari wilayah utara hingga selatan kabupaten tersebut dan terlihat pada sejumlah permukaan rumah serta kendaraan warga.

Di kawasan Cipanas, warga menemukan lapisan debu halus pada sejumlah bagian rumah dan kendaraan. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas pengamatan gunung api di kawasan Ciloto.

Pengamat Gunung Api Penyelia Ciloto Puncak, Hartanto Prawiro A.Md, mengimbau masyarakat Cianjur, khususnya warga Cipanas dan sekitarnya, mengurangi aktivitas di luar ruangan selama sebaran abu vulkanik masih terjadi.

“Iya, diimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan sampai abu vulkanik Gunung Api Anak Krakatau reda. Jika harus keluar ruangan agar menggunakan masker, kacamata, topi atau payung, serta baju lengan panjang,” kata Hartanto saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan perlindungan untuk mengurangi paparan abu. Masyarakat juga diimbau mengikuti perkembangan informasi dari instansi berwenang.

Sebaran abu terjadi setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat. Badan Geologi mencatat rangkaian erupsi tipe Strombolian masih berlangsung hingga 5 September 2026 dan menghasilkan lontaran batu pijar serta abu vulkanik.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak mendekati pusat aktivitas gunung api dalam radius tiga kilometer.

Pada Minggu dini hari, aktivitas erupsi kembali terekam. Erupsi pada pukul 03.53 WIB tercatat berlangsung selama sekitar 30 detik dengan amplitudo maksimum 46 milimeter.

BMKG kini mengintensifkan pemantauan selama 24 jam terhadap perkembangan erupsi, termasuk dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Dengan meluasnya sebaran abu ke Jawa Barat, masyarakat Cianjur diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi mengenai erupsi maupun sebaran abu yang belum dikonfirmasi oleh instansi berwenang. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Cianjur, Warga Cipanas Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Trending Now