Ahdia Pajrin Tawarkan “Nagari Hadir”, Pemerintahan Tak Cukup Hanya Berkantor

Ahdia Pajrin Tawarkan “Nagari Hadir”, Pemerintahan Tak Cukup Hanya Berkantor

September 03, 2026 | September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T02:22:48Z

Pasaman baratdetiksatu.com || Keinginan untuk mengabdi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat menjadi alasan Ahdia Pajrin, S.Pd.I., M.Ag., maju sebagai calon Wali Nagari Ranah Malintang, Kecamatan Sungai Aur, dalam Pilwana Serentak 2026.

Dalam wawancara eksklusif bersama Detiksatu.com, Ahdia mengungkap gagasan “Nagari Hadir” yang ditawarkannya untuk Ranah Malintang. Konsep tersebut menitikberatkan pada pemerintahan nagari yang tidak hanya menjalankan pelayanan dari kantor, tetapi aktif turun langsung mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat.

Ahdia mengatakan keputusannya maju bukan semata untuk mengejar jabatan, melainkan karena masih banyak hal yang menurutnya dapat dilakukan bersama untuk mendorong kemajuan nagari.

“Keinginan ini lebih kepada panggilan untuk mengabdi. Saya melihat masih banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kemajuan nagari. Kebetulan saya memiliki pengalaman dan sedikit ilmu yang mudah-mudahan bisa saya manfaatkan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Ahdia.

Menurutnya, pemerintahan nagari harus mampu hadir di tengah aktivitas masyarakat dan tidak menunggu warga datang ke kantor untuk mendapatkan pelayanan.

“Pemerintahan yang turun langsung di lapangan, jemput bola,” katanya.

Pelayanan Nagari Hadir di Tengah Masyarakat

Konsep tersebut salah satunya diwujudkan melalui gagasan menghadirkan pelayanan pemerintahan nagari di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Ahdia menggagas kehadiran pemerintah nagari pada hari pasar di sejumlah wilayah, seperti Pasar Tinggiran pada Kamis, Pasar Simpang Godang pada Minggu dan Pasar Sontang pada Sabtu.

Selain pelayanan langsung, ia juga mendorong adanya kontak telepon atau WhatsApp aktif nagari yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, keluhan maupun aspirasi.

Dengan pola tersebut, menurutnya, masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor nagari hanya untuk menyampaikan persoalan atau mendapatkan informasi pelayanan.

Dorong Tata Kelola Lebih Terbuka

Dalam pemerintahan, Ahdia menekankan pentingnya transparansi, profesionalitas serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan masyarakat.

Ia juga menilai pembenahan data masyarakat dan penempatan perangkat nagari berdasarkan bidang serta kompetensinya menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Musyawarah di tingkat jorong harus benar-benar menjaring usulan masyarakat. Wali juga harus hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, Ahdia menaruh perhatian pada keluarga muda, UMKM, petani dan pedagang nagari.

Ia mendorong pembinaan usaha rumahan, pemanfaatan marketplace untuk pemasaran, penguatan BUMNag serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Untuk sektor pertanian, program menurutnya perlu disesuaikan dengan komoditas yang menjadi prioritas di masing-masing jorong.

Sementara bagi pedagang warga nagari, ia menilai perlu ada prioritas sekaligus penataan yang baik dalam pengelolaan pasar.

Pemuda, Pendidikan dan Keagamaan

Ahdia juga melihat pemuda sebagai bagian penting dalam pembangunan nagari.

Ia mendorong pengembangan kegiatan olahraga seperti voli dan sepak bola, kesenian, pentas seni hingga berbagai perlombaan keagamaan.

Di bidang pendidikan, pemerintah nagari menurutnya perlu lebih hadir dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler, kreativitas, olahraga maupun pendidikan nonformal.

Sementara dalam bidang sosial-keagamaan, sejumlah gagasan yang disiapkannya antara lain pembentukan UPZ Nagari, pelatihan fardu kifayah, pendidikan pranikah bagi calon pengantin, kegiatan peringatan hari besar Islam serta perhatian terhadap garim masjid di setiap jorong.

Pengalaman Menjadi Modal Pengabdian

Ahdia menyebut pengalaman di bidang pendidikan, organisasi, keagamaan dan pemerintahan menjadi modal yang ingin ia kembalikan kepada masyarakat.

Ia pernah berkecimpung sebagai guru, pimpinan dan tenaga administrasi pendidikan, dosen, aktivis organisasi serta pernah menjadi dai nagari.

“Pengalaman dan ilmu yang dimiliki sudah saatnya saya kembali berikan kepada masyarakat dan nagari,” katanya.

Sebagai calon nomor urut 1, Ahdia memaknainya bukan sekadar angka dalam surat suara.

“Satu tujuan saya, mengabdi untuk nagari, menghadirkan perubahan dan mengharap ridho Allah SWT Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Pilwana sebagai momentum memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, pengalaman dan kemampuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

“Jangan jadikan Pilwana menjadi permusuhan dan perpecahan, namun jadikan Pilwana sebagai ikhtiar kita untuk mengharapkan nagari yang lebih baik dan maju. Kita tidak ingin nagari ini mundur, tapi terus berkembang, maju dan mandiri,” katanya.

Pemilihan Wali Nagari serentak di Pasaman Barat yang diikuti 87 nagari dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026.

Bagi Ahdia, “Nagari Hadir” bukan sekadar slogan, melainkan gagasan tentang bagaimana pemerintahan nagari lebih dekat dengan masyarakat, terbuka dalam tata kelola dan hadir dalam persoalan warga.(Kajo Habibie)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ahdia Pajrin Tawarkan “Nagari Hadir”, Pemerintahan Tak Cukup Hanya Berkantor

Trending Now