Jakarta Selatan,detiksatu.com || Aktivis Nasional Pemuda Kepulauan Nias sekaligus Juru Bicara Persatuan Pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., menyampaikan apresiasi terhadap gagasan dan langkah pembentukan DPN PERDESA (Persatuan Pemuda Desa Indonesia) yang dipersiapkan sebagai wadah persatuan serta pemberdayaan pemuda desa di berbagai wilayah Indonesia. ( 21/09/2026 )
Menurut Juli E. Restu War, keterlibatan generasi muda desa dalam pembangunan merupakan bagian penting dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Ia menilai, rencana deklarasi DPN PERDESA menjadi momentum untuk memperkuat ruang kolaborasi bagi pemuda desa dari berbagai daerah, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, kewirausahaan, pertanian, riset, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Saya mengapresiasi gagasan dan langkah DPN PERDESA yang ingin memberikan ruang lebih luas bagi pemuda desa untuk bersatu, mengembangkan potensi, melahirkan inovasi, serta mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Desa memiliki banyak potensi dan pemudanya harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut secara nyata,” ujar Juli E. Restu War.
Ia menambahkan bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur dan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda yang mampu membaca persoalan, mengidentifikasi potensi, serta menghadirkan gagasan dan solusi berdasarkan kondisi di daerah masing-masing.
Dorong Pemuda Desa Menjadi Penggerak Pembangunan
Sementara itu, DPN PERDESA — Persatuan Pemuda Desa Indonesia tengah mempersiapkan deklarasi nasional sebagai langkah awal membangun wadah bersama bagi pemuda desa dari berbagai wilayah Indonesia.
Founder DPN PERDESA, Yukenriusman Hulu, mengatakan bahwa gagasan pembentukan organisasi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada pemuda desa agar dapat berkontribusi dalam pembangunan.
“PERDESA lahir dari keyakinan bahwa masa depan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari masa depan desa. Pemuda desa harus diberikan ruang untuk bersatu, belajar, melakukan riset, melahirkan inovasi, dan ikut menentukan arah pembangunan berdasarkan potensi serta persoalan nyata di desa masing-masing,” ujar Yukenriusman Hulu.
Menurut Yukenriusman, pemuda desa memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, pertanian, kewirausahaan hingga pengembangan sumber daya manusia.
Karena itu, PERDESA diarahkan tidak sekadar menjadi organisasi penghimpun pemuda desa, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan, pengetahuan, pengalaman, riset dan kolaborasi antarpemuda desa.
“Kami ingin PERDESA menjadi ruang bersama bagi pemuda desa untuk menghasilkan gagasan berbasis data, melakukan riset terhadap persoalan desa, melahirkan inovasi, dan membangun kolaborasi. Deklarasi hanyalah langkah awal. Setelah itu harus ada kerja nyata,” tegasnya.
Riset dan Inovasi Berbasis Potensi Desa
DPN PERDESA juga mendorong agar pemuda desa memiliki kemampuan untuk melihat persoalan secara lebih objektif melalui pendekatan riset dan data.
Dengan pendekatan tersebut, pemuda diharapkan tidak hanya menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di desa, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah, membaca potensi lokal, menyusun gagasan, serta menawarkan solusi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Juli E. Restu War menilai semangat tersebut dapat menjadi ruang positif bagi pemuda desa untuk memperkuat kapasitas sekaligus membangun jejaring antardaerah.
“Setiap desa memiliki karakteristik, persoalan dan potensi yang berbeda. Karena itu, kolaborasi antarpemuda desa menjadi penting agar pengalaman, pengetahuan dan inovasi dari satu daerah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya,” katanya.
Sementara itu, Yukenriusman Hulu menegaskan bahwa identitas sebagai pemuda desa bukanlah sebuah keterbatasan. Menurutnya, desa justru memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, sosial dan sumber daya manusia.
“Kami ingin membangun generasi desa yang tidak minder dengan identitas desanya. Justru dari desa kita bisa melahirkan inovasi, kewirausahaan, riset, dan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” ujarnya.
Menuju Deklarasi Nasional
DPN PERDESA menempatkan pemuda desa sebagai bagian dari subjek pembangunan yang diharapkan mampu mengambil peran dalam mengembangkan potensi daerah dan membangun kolaborasi lintas wilayah.
Rencana deklarasi DPN PERDESA — Persatuan Pemuda Desa Indonesia nantinya akan menjadi momentum untuk memperkenalkan visi, arah gerakan dan agenda organisasi dalam menghimpun serta memberdayakan pemuda desa di seluruh Indonesia.
Juli E. Restu War berharap semangat tersebut dapat terus dikembangkan melalui kerja nyata, kolaborasi dan pemberdayaan generasi muda di tingkat desa.
“Pemuda desa memiliki potensi besar. Yang dibutuhkan adalah ruang, kesempatan, jaringan, pendidikan, pendampingan dan keberanian untuk bergerak. Ketika potensi pemuda desa dapat dikembangkan, maka desa juga memiliki peluang semakin kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” pungkasnya.
DPN PERDESA : Persatuan Pemuda Desa Indonesia
Dari Desa, Pemuda Bersatu.
Dari Pemuda, Lahir Inovasi.
Dari Data, Lahir Solusi.
Untuk Indonesia, Kita Bergerak Bersama.
COMING SOON — DEKLARASI NASIONAL (Setiaman Zebua)