Bekasi,detiksatu.com ll Panitia Pilkades Desa Jayalaksana mengundang 4 kandidat dalam acara musyawarah yang digelar guna memastikan pemilihan Pilkades berjalan aman, tertib, dan tidak ada yang bermain curang.
Dalam kesempatan tersebut, muncul usulan strategis yang disampaikan oleh Obay Hendrawinandar, salah satu calon Kepala Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, untuk mengantisipasi praktik politik uang (money politics) pada Pilkades Serentak 2026.
Ia mengusulkan dua langkah preventif sekaligus: pertama, melarang setiap pemilih membawa handphone ke dalam bilik suara; dan kedua, pengawasan ketat terhadap proses pembekuan surat panggilan hak pilih.
Usulan ini muncul sebagai langkah nyata untuk memastikan proses pemilihan berjalan jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk manipulasi atau kecurangan. "Jangan ada politik uang untuk memanfaatkan celah pembekuan surat suara," tegas Obay di hadapan panitia dan ketiga calon lainnya. Sabtu (5/9/2026).
Usulan 1: Larangan Bawa Handphone ke Dalam Bilik Suara
Pak Obay menegaskan bahwa larangan membawa handphone ke dalam bilik suara merupakan langkah strategis untuk meminimalisir potensi politik uang yang selama ini menjadi momok dalam setiap pemilihan.
Menurutnya, dengan tidak adanya handphone di dalam bilik suara, ruang gerak pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momen pencoblosan untuk transaksi politik uang atau pembuktian pilihan akan semakin sempit.
"Handphone di dalam bilik suara bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yang tidak diinginkan. Mulai dari foto bukti pilihan untuk dikirim ke tim sukses tertentu, hingga komunikasi terkait transaksi politik uang. Kalau dilarang dibawa masuk, setidaknya kita bisa mengurangi potensi kecurangan tersebut," ujar Obay Hendrawinandar.
Alasan Larangan HP Diperlukan:
1. Mencegah bukti foto pilihan untuk politik uang — Pemilih tidak bisa memfoto surat suara sebagai "bukti kesetiaan" kepada pemberi uang
2. Menghilangkan komunikasi real-time di bilik suara — Tidak ada pengarahan atau ancaman melalui telepon saat pemilih sedang menentukan pilihan
3. Menciptakan ruang yang benar-benar bebas dan rahasia — Pemilih mencoblos dengan hati nurani murni, prinsip rahasia suara benar-benar terjaga
Mekanisme yang Diusulkan:
- Penyediaan loker atau tempat penitipan handphone di depan area TPS
- Pengecekan sebelum masuk bilik suara oleh petugas KPPS
-Sosialisasi aturan jauh-jauh hari sebelum hari pemilihan
-Pengecualian khusus hanya untuk petugas yang memang membutuhkan komunikasi demi kelancaran TPS
Usulan 2: Pengawasan Ketat Pembekuan Surat Panggilan Hak Pilih
Selain larangan handphone, Obay Hendrawinandar juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap proses pembekuan surat panggilan hak pilih. Ia menilai celah ini seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi data pemilih demi kepentingan politik uang.
Menurutnya, pembekuan surat panggilan hak pilih harus dilakukan secara transparan, diawasi oleh berbagai unsur, dan tidak boleh ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk memindahkan atau menghilangkan hak pilih warga tertentu.
"Proses pembekuan surat panggilan hak pilih ini krusial. Jika tidak diawasi ketat, bisa saja ada hak pilih yang 'dibekukan' secara tidak sah untuk keuntungan pihak tertentu. Ini juga pintu masuk politik uang yang harus kita tutup rapat-rapat," tegas calon Pilkades Desa Jayalaksana ini.
Respon dan Harapan
Usulan ganda yang disampaikan Obay Hendrawinandar mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan yang peduli pada integritas pemilihan, termasuk dari sesama calon yang hadir dalam musyawarah. Banyak yang menilai langkah ini sejalan dengan semangat untuk mewujudkan Pilkades yang bersih, jujur, dan berwibawa.
Masyarakat berharap usulan ini dapat dipertimbangkan serius oleh panitia Pilkades dan aparat pengawas pemilihan, demi terciptanya proses demokrasi desa yang benar-benar mencerminkan aspirasi murni warga, bukan hasil transaksi politik uang.
"Ini bukan untuk membatasi hak warga, tapi justru untuk melindungi hak pilih mereka agar tetap murni dan berharga. Politik uang harus kita lawan bersama, dan ini salah satu cara yang bisa kita tempuh," tutup Obay Hendrawinandar.
(Roan)