Tanjab Barat,detiksatu.com || Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, SE, memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut adanya keributan antara pimpinan dan anggota DPRD saat rapat pembahasan anggaran bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) beberapa waktu lalu.
Hamdani menilai kabar yang beredar di masyarakat perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai proses pembahasan anggaran yang berlangsung di DPRD Tanjab Barat.
Ia mengakui dalam rapat tersebut memang terjadi perbedaan pandangan di antara peserta rapat. Namun, menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian yang wajar dalam pembahasan anggaran karena setiap anggota dewan memiliki kewajiban menyampaikan pendapat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Yang terjadi saat itu bukan keributan seperti yang ramai diberitakan. Memang ada perbedaan pendapat, namun semuanya masih dalam koridor pembahasan anggaran," jelas Hamdani.
Selain meluruskan persoalan tersebut, Hamdani juga secara tegas membantah informasi yang menyebut Wakil Ketua II DPRD Tanjab Barat, Hasan Basri Harahap, melempar palu sidang kepada salah seorang anggota DPRD.
"Saya berada langsung di lokasi rapat dan memegang palu sidang saat itu. Tidak benar ada peristiwa pelemparan palu sebagaimana isu yang beredar," tegasnya.
Hamdani menjelaskan, perbedaan pendapat dalam rapat berawal ketika anggota Komisi III DPRD Tanjab Barat, H. Assek, mempertanyakan pengalokasian anggaran pembinaan olahraga senilai Rp1 miliar yang tercantum dalam DPA Disparbudpora.
H. Assek berpandangan bahwa anggaran tersebut dinilai lebih tepat disalurkan melalui mekanisme hibah kepada KONI Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Perbedaan pandangan dalam pembahasan tersebut kemudian membuat suasana rapat sempat memanas, terutama dalam penyampaian pendapat. Kendati demikian, proses pembahasan tetap berlanjut hingga akhirnya seluruh peserta rapat menyepakati anggaran pembinaan olahraga tersebut dialokasikan melalui hibah kepada KONI sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Terkait sikap Wakil Ketua I DPRD Tanjab Barat, H. Syafril Simamora yang dikenal dengan sapaan Ucok Mora, Hamdani menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pembinaan olahraga di daerah.
"Pada akhirnya semua sudah selesai dan menghasilkan keputusan bersama. Itu dinamika yang biasa terjadi dalam pembahasan anggaran," katanya.
Hamdani turut meluruskan isu lain yang mengaitkan perbedaan pendapat dalam rapat tersebut dengan persoalan pokok-pokok pikiran atau Pokir anggota DPRD.
"Tidak benar kalau dikatakan karena rebutan Pokir. Isu itu sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dalam rapat," ujar Hamdani.
Sebagai pimpinan DPRD, Hamdani mengatakan pihaknya akan tetap mengambil langkah untuk mempertemukan pihak-pihak yang sempat memiliki perbedaan pandangan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat kekompakan di lingkungan DPRD Tanjab Barat.
Hamdani juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama melalui media sosial. Menurutnya, sebuah peristiwa sebaiknya tidak langsung disimpulkan hanya berdasarkan potongan informasi maupun narasi yang belum diketahui secara utuh.
"Masyarakat diharapkan membaca informasi secara lengkap dari sumber yang terpercaya. Jangan mudah terpancing oleh isu yang belum terverifikasi, karena klarifikasi dan fakta merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman yang benar," tutup Hamdani. (Hen)