Jember , detiksatu.com || Gemerlap Carnaval Budaya Desa Panti dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tak sekadar menjadi tontonan bagi masyarakat. Di balik arak-arakan peserta dan kreativitas warga, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet penjualan.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Carnaval Budaya Desa Panti, Feri, saat ditemui awak media di sela kegiatan, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Feri, setiap kegiatan karnaval yang mendatangkan kerumunan masyarakat hampir selalu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Pedagang makanan, minuman, hingga berbagai pelaku usaha pendukung karnaval ikut mendapatkan peluang dari ramainya kegiatan.
"Kami sebagai panitia juga mementingkan masyarakat yang berjualan. Setiap ada acara karnaval seperti ini, UMKM biasanya ikut merasakan dampaknya karena banyak warga yang datang," ujar Feri.
Carnaval Budaya Desa Panti dimulai dari Gudang Projo dan kemudian bergerak menuju kawasan Kecamatan Panti. Peserta melintasi sejumlah wilayah desa sebelum mencapai garis finis di sekitar belakang Kantor Kecamatan Panti.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang ambil bagian. Selain masyarakat umum, karnaval juga melibatkan peserta dari lingkungan RT, sekolah, dan sejumlah lembaga.
Feri menyebut sedikitnya delapan RT dari setiap dusun turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sementara peserta lainnya berasal dari kelompok umum dan berbagai unsur masyarakat yang berinisiatif ikut memeriahkan carnaval.
"Pesertanya cukup beragam. Ada dari RT, sekolah, lembaga, dan masyarakat umum. Mereka ikut berinisiatif untuk memeriahkan kegiatan," katanya.
Tak hanya peserta, sektor pendukung karnaval juga ikut bergerak. Penyedia jasa kostum, perlengkapan carnaval, serta pelaku usaha lainnya turut mendapatkan manfaat dari kegiatan yang berlangsung tersebut.
Bagi Feri, kondisi itu menunjukkan bahwa carnaval budaya memiliki efek ekonomi yang cukup luas. Keramaian yang tercipta tidak berhenti pada hiburan, tetapi ikut membuka ruang transaksi bagi masyarakat.
Karena itu, dia berharap kegiatan carnaval budaya tetap mendapat ruang untuk digelar secara berkelanjutan.
"Kami berharap pemerintah jangan sampai melarang kegiatan carnaval budaya. Karena kegiatan seperti ini cukup membantu UMKM, penyewa kostum, dan pihak-pihak lain yang juga mendapatkan keuntungan dari adanya acara seperti ini," tegasnya.
Di sisi lain, Feri menilai respons masyarakat terhadap Carnaval Budaya Desa Panti cukup positif. Warga tampak antusias mengikuti sekaligus memberikan dukungan terhadap peserta sepanjang jalur yang dilalui.
"Tanggapan warga cukup baik. Banyak masyarakat yang ikut hadir dan mendukung kegiatan ini," pungkasnya.
(Wiwik)