Wamena, detiksatu.com || Himpunan Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya Kota Studi Wamena (HMKJ-KSW) mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan bantuan biaya bagi mahasiswa yang terhambat menyelesaikan studi akhir karena kendala ekonomi.
Desakan itu disampaikan melalui pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum HMKJ-KSW, Laginas Lengka, di Wamena, Minggu (14/9/2026).
HMKJ-KSW menilai masih banyak mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya yang sudah menyelesaikan seluruh perkuliahan, namun belum bisa wisuda karena terbentur biaya penyusunan skripsi, penelitian, ujian, hingga administrasi kelulusan di kampus.
"Kondisi ekonomi keluarga sebagian besar mahasiswa belum memadai untuk menanggung biaya penyelesaian studi yang cukup besar. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan ini," ujar Laginas Lengka.
Menurut HMKJ-KSW, mahasiswa adalah aset dan harapan pembangunan daerah. Jika proses penyelesaian studi terhambat, maka ketersediaan sumber daya manusia terdidik di Kabupaten Jayawijaya juga akan tertunda.
"Mahasiswa adalah investasi masa depan. Dana Otonomi Khusus seharusnya bisa menjadi salah satu sumber untuk mengurangi beban biaya mahasiswa akhir," tegasnya.
3 Poin Tuntutan HMKJ-KSW
1. Bantuan Biaya Studi Akhir
Pemerintah memberikan bantuan bagi mahasiswa Kabupaten Jayawijaya yang sedang menempuh skripsi/tugas akhir dan telah memenuhi syarat kelulusan.
2. Mekanisme dan Anggaran Jelas
Menetapkan kriteria, mekanisme, dan alokasi anggaran yang jelas agar bantuan dapat segera disalurkan dan tepat sasaran.
3. Transparansi Informasi
Membuka akses informasi publik agar seluruh mahasiswa yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan secara transparan dan akuntabel.
HMKJ-KSW meyakini dukungan pemerintah bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan dan kemandirian Kabupaten Jayawijaya.
"Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya dapat segera menindaklanjuti aspirasi ini demi kelancaran studi putra-putri daerah," pungkas Laginas.
Reporter. Saranus Kogeya

