Sulawesi,detiksatu.com ll TOMOHON — Tim AGRINEXUS Universitas Sam Ratulangi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) menghadirkan inovasi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung budidaya pisang mas di Tinoor Satu, Kota Tomohon.
Inovasi ini dikembangkan berdasarkan permasalahan yang ditemukan langsung di lahan mitra, khususnya serangan hama yang dapat menyebar dengan cepat dan berdampak terhadap pertumbuhan serta produktivitas tanaman pisang mas. Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata petani di lapangan.
Melalui AGRINEXUS, tim menghadirkan sistem monitoring berbasis IoT yang dirancang untuk membantu petani melakukan pemantauan aktivitas kondisi lingkungan di sekitar tanaman secara lebih cepat. Informasi yang diperoleh melalui sistem dapat menjadi bahan pertimbangan bagi petani dalam melakukan pengamatan serta menentukan tindakan pengelolaan tanaman secara lebih responsif.
Keunggulan AGRINEXUS terletak pada integrasi teknologi IoT dengan kebutuhan nyata petani. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi monitoring, mempermudah akses informasi, serta mendukung petani dalam merespons potensi permasalahan di lahan secara lebih cepat.
Dalam penerapannya, tim AGRINEXUS bekerja sama dengan Kelompok Tani Filadelfia melalui proses pemasangan dan pengujian sistem, pelatihan penggunaan teknologi, serta monitoring dan evaluasi. Keterlibatan petani menjadi bagian penting agar teknologi yang diterapkan dapat dipahami dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui penerapan teknologi ini, AGRINEXUS diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan monitoring petani, mendukung efisiensi pengelolaan budidaya, serta menekan potensi kehilangan hasil akibat permasalahan hama. Dalam jangka panjang, teknologi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap optimalisasi produksi dan profitabilitas usaha tani pisang mas di Tinoor Satu.
AGRINEXUS menjadi langkah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi dalam menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan alat, program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pertanian yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.
Program AGRINEXUS dilaksanakan oleh Widy Oktavia Amba Sari selaku ketua tim, bersama anggota Cenesa Bong, Dewa Saputra Mandak, Yeremia Imannuel Lahema, dan Mohammad Vitorio Fitrah Tagupia, dengan pendampingan dosen pembimbing Barce Andries Feriano Wariki, S.P., M.Si.
Dari permasalahan di lahan, lahir inovasi. Dari teknologi, hadir solusi bagi petani.
Penulis Abd Hakim