KAI Angkut Peserta Tajemtra, Gus Fawait Bidik Stasiun Jember Jadi Magnet Wisata

KAI Angkut Peserta Tajemtra, Gus Fawait Bidik Stasiun Jember Jadi Magnet Wisata

September 05, 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T09:35:11Z
JEMBER , detiksatu.com || Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 tak hanya menjadi panggung tradisi dan olahraga. Perhelatan yang memasuki edisi ke-49 itu mulai diarahkan menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Kabupaten Jember.

Salah satu langkah tersebut terlihat dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jember dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember. Sebanyak 350 peserta Tajemtra diberangkatkan dari Stasiun Jember menuju Stasiun Tanggul menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB), Sabtu (5/9/2026).

Pelepasan KLB dilakukan pukul 10.15. Bupati Jember Gus Muhammad Fawait bersama unsur Forkopimda dan jajaran manajemen KAI Daop 9 turut melepas keberangkatan rombongan. Gus Fawait membuka perjalanan dengan membunyikan semboyan 40 sesuai ketentuan keselamatan perjalanan kereta api.

Sekitar pukul 10.45, kereta tiba di Stasiun Tanggul. Delapan rangkaian kereta eksekutif stainless steel disiapkan untuk mengangkut seluruh peserta. Kapasitas 350 kursi itu terisi penuh.

Bagi Pemkab Jember, penggunaan KLB bukan sekadar persoalan memindahkan peserta dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Moda transportasi massal tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah agenda besar daerah dapat sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.

Deputi KAI Daop 9 Jember Dwi Sulistiyono mengatakan, penyediaan KLB merupakan bentuk dukungan sekaligus kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. KAI memastikan aspek perjalanan, sarana, pelayanan stasiun hingga pengamanan lintasan berjalan optimal.

"Pemanfaatan kereta api pada kegiatan olahraga ini diharapkan mampu memicu kesadaran warga untuk lebih memanfaatkan moda transportasi umum yang aman, efisien, dan ramah lingkungan," ujarnya.

Gus Fawait menyambut positif dukungan tersebut. 
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan KAI perlu terus dikembangkan, bukan hanya untuk mendukung event, tetapi juga membangun konektivitas yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi positif antara Pemkab Jember dan PT KAI. Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat terus berlanjut serta membawa manfaat bagi bangsa dan negara," kata Gus Fawait.

Bagi Gus Fawait, setiap agenda pemerintah daerah harus memiliki dampak yang lebih luas. Event daerah, termasuk Tajemtra, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. 

Perputaran ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi bagian dari tujuan penyelenggaraannya.

Karena itu, Pemkab Jember mulai melihat kawasan Stasiun Jember sebagai salah satu titik strategis yang dapat dikembangkan. Tidak hanya sebagai tempat naik-turun penumpang, tetapi juga sebagai bagian dari wajah kota sekaligus pintu masuk wisatawan.

Gus Fawait mengungkapkan, Pemkab Jember tengah merancang konektivitas kawasan stasiun bersama PT KAI agar memiliki daya tarik yang lebih kuat.

"Kami berencana membangun area stasiun dengan menyambungkan konektivitas bersama PT KAI. Harapannya, atmosfernya bisa menarik seperti di Jogja sehingga wisatawan dari berbagai daerah tertarik untuk berkunjung ke Jember," ungkapnya.

Gagasan tersebut menempatkan stasiun sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah. 

Wisatawan yang datang menggunakan kereta api diharapkan tidak hanya berhenti di stasiun, tetapi kemudian bergerak menuju pusat kuliner, sentra UMKM, destinasi wisata hingga berbagai ruang ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Tajemtra 2026 diproyeksikan menjadi salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah. 

Besarnya partisipasi tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi Jember kepada masyarakat dari luar daerah.

Dengan demikian, kolaborasi KAI dalam Tajemtra 2026 menjadi lebih dari sekadar layanan transportasi. Kereta api ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas, memperkuat mobilitas masyarakat, dan membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi serta pariwisata Jember.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KAI Angkut Peserta Tajemtra, Gus Fawait Bidik Stasiun Jember Jadi Magnet Wisata

Trending Now