JEMBER , detiksatu.com || Musibah yang menimpa Tugboat MT20 1301 di perairan sekitar Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyisakan duka dan keprihatinan. Kepolisian Resor Jember turut menyampaikan belasungkawa serta doa kepada seluruh pihak yang terdampak, khususnya keluarga para awak kapal.
Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., bersama seluruh jajaran Polres Jember, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut.
“Segenap keluarga besar Polres Jember mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Tugboat MT20 1301. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran.”
Kapolres Jember menegaskan bahwa musibah yang terjadi di laut merupakan duka kemanusiaan yang harus mendapat perhatian dan empati bersama. Di tengah proses penanganan, keselamatan para awak kapal serta kelancaran operasi pencarian dan pertolongan menjadi hal yang utama.
“Musibah di laut merupakan duka kita bersama. Yang terpenting adalah keselamatan seluruh ABK serta kelancaran proses pencarian dan pertolongan. Kami mendoakan agar seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan,” ujar AKBP Alaiddin. Selasa (15/9/26)
Musibah tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, 13 September 2026, ketika Tugboat MT20 1301 tengah menjalankan aktivitas pelayaran dengan menarik tongkang M80 1301.
Dalam perkembangan penanganan, sinyal marabahaya dari Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) kapal tersebut terdeteksi sekitar pukul 15.50 WIB.
Informasi awal menyebutkan bahwa delapan anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri dan berada di atas tongkang M80 1301. Namun, kondisi kembali menjadi perhatian setelah tongkang dilaporkan hanyut akibat jangkar yang putus.
Tim SAR gabungan kemudian bergerak melakukan upaya pencarian dan pertolongan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Kapolres Jember juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terlebih ketika proses pencarian dan penanganan masih berlangsung.
Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan keresahan baru bagi keluarga korban maupun masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menghormati proses pencarian dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat hendaknya berasal dari sumber resmi, sehingga tidak menambah keresahan bagi keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.
Kapolres Jember menambahkan, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan kepedulian, empati dan kemanusiaan dalam menyikapi musibah tersebut.
“Kita berharap seluruh proses pencarian, pertolongan dan penanganan dapat berjalan dengan maksimal. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran kepada seluruh keluarga yang terdampak,” ungkap AKBP Alaiddin.
Keluarga besar Polres Jember turut mendoakan agar seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan diberikan kelancaran serta keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat di lapangan.
“Semoga seluruh pihak yang terdampak diberikan ketabahan, dan para petugas yang melaksanakan operasi pencarian serta pertolongan senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Keluarga Besar Polres Jember menyampaikan turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.
(Wiwik)