JAKARTA,DETIKSATU.COM || Tokoh pergerakan nasional, King Naga, angkat bicara terkait penyelesaian kasus penculikan aktivis kemanusiaan Fam Fuk Jhong yang berakhir melalui perdamaian. Rabu,(2/9/2026). Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengklaim diri sebagai satu-satunya sosok yang berada di balik tercapainya perdamaian tersebut.
Menurut King Naga, penyelesaian kasus tersebut merupakan hasil dari perjuangan, tekanan publik, serta solidaritas berbagai elemen aktivis dan masyarakat yang secara konsisten mengawal persoalan Fam Fuk Jhong.
“Jangan ada yang merasa paling berjasa atau mengklaim diri sebagai sutradara perdamaian ini. Ini bukan hasil kerja satu orang atau satu kelompok, melainkan buah dari gerakan kolektif dan solidaritas berbagai elemen yang bersama-sama menyuarakan keadilan,” tegas King Naga dalam keterangan tertulisnya.
Ia menilai proses perdamaian tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog dan rekonsiliasi, sekaligus memastikan hak serta kepentingan korban tetap diperhatikan.
King Naga juga mengingatkan agar tidak muncul klaim sepihak yang berpotensi memecah solidaritas para aktivis setelah proses perdamaian tercapai.
“Jangan sampai setelah perdamaian tercapai justru muncul pihak-pihak yang mencari panggung dan merasa paling berjasa. Yang harus dikedepankan adalah kepentingan korban dan bagaimana kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak menghormati kesepakatan yang telah dicapai dan menjaga situasi tetap kondusif.
Sumber: LSM GMBI Lebak – King Naga
(Jul)