Bekasi,detiksatu,com ll Pendukung pasangan calon nomor urut 1 yang akrab disapa "Toyang" resmi bersiaga penuh untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan kepala desa (pilkades) setempat. Langkah ini difokuskan pada pencegahan praktik politik uang, jual beli suara, serta intimidasi terhadap pemilih yang diduga berpotensi dilakukan oleh pihak lawan.
Budi, juru bicara tim pendukung Toyang, menyatakan bahwa kesiapan ini dilandasi kekhawatiran terhadap munculnya praktik tidak demokratis yang bisa merusak integritas hasil pemilihan. "Kami tidak ingin hak pilih masyarakat dicurangi melalui cara-cara kotor. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan tim siaga yang akan beroperasi selama 24 jam, termasuk tim jaga malam untuk memantau aktivitas yang mencurigakan di masing-masing wilayah," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (19/9/2026).
Tim pendukung telah membentuk sejumlah posko pengawasan di berbagai titik strategis, mulai dari tingkat dusun, perempatan masuk kampung, hingga lingkungan rukun warga. Selain memantau indikasi politik uang dan transaksi jual beli suara, tim juga dilatih untuk menangani laporan intimidasi terhadap pemilih yang merasa tertekan untuk tidak menggunakan hak pilihnya sesuai kehendak sendiri.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berani melaporkan jika melihat atau mengalami praktik kecurangan. Setiap laporan akan kami verifikasi dan salurkan ke badan pengawas pemilihan serta aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti secara tegas," tambahnya.
Selain upaya pengawasan lapangan, tim pendukung Toyang juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan suara. Mereka menekankan bahwa pemilihan yang jujur dan adil adalah kunci untuk mendapatkan pemimpin yang benar-benar bekerja demi kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir pihak.
Hingga saat ini, tim pendukung menyatakan siap berkoordinasi dengan penyelenggara pemilihan dan aparat keamanan untuk memastikan proses pilkades berjalan damai, aman, dan bebas dari kecurangan. "Kami berkomitmen untuk menjaga proses demokrasi ini. Siapapun yang mencoba melakukan kecurangan, baik dari pihak manapun, harus bertanggung jawab secara hukum," tegas Budi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi, serta menggunakan hak pilihnya dengan bijak pada hari pemilihan besok.
Penulis: Roan