Jakarta,detiksatu.com || Aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus terus disuarakan secara konsisten, berkesinambungan, dan terukur. Perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada forum diskusi, rapat, deklarasi, pernyataan politik, maupun wacana tanpa pengawalan terhadap perkembangan prosesnya. ( 14/09/2026 )
Hal tersebut ditegaskan Juli E. Restu War, salah seorang tokoh pemuda Kepulauan Nias, edukator persatuan pemuda Nias, sekaligus penggagas strategi soft smart branding aspirasi digital. Ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat Kepulauan Nias, BPP-PKN, pemerintah daerah, FORKADA, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, mahasiswa, aktivis, serta masyarakat Nias di seluruh Indonesia memperkuat langkah bersama dalam mengawal aspirasi tersebut.
“JANGAN BIARKAN ASPIRASI PROVINSI KEPULAUAN NIAS BERHENTI SEBAGAI WACANA, PROVINSI KEPULAUAN NIAS WAJIB DI PERJUANGAN DENGAN HARGA MATI”
Juli menegaskan bahwa masyarakat harus terus membangun komunikasi publik dan menyampaikan aspirasi melalui berbagai saluran yang tersedia, termasuk media pers, media sosial, produksi konten digital, forum masyarakat, serta komunikasi langsung dengan para pemangku kepentingan.
“Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak boleh berhenti pada forum diskusi, rapat, deklarasi ataupun wacana. Penyuaraan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Masyarakat harus terus mengawal progresnya dan memastikan aspirasi ini tetap menjadi perhatian pemerintah serta publik nasional,” tegas Juli E. Restu War.
Menurutnya, konsistensi bukan sekadar mengulang tuntutan, tetapi harus diwujudkan melalui penguatan koordinasi, komunikasi, edukasi masyarakat, publikasi, pengawalan proses, serta kesiapan pembangunan daerah.
PEMUDA NIAS HARUS MENJADI KEKUATAN PENGAWAL ASPIRASI
Juli E. Restu War (Jerwar) juga menyerukan kepada seluruh pemuda Kepulauan Nias di berbagai wilayah Indonesia agar tidak pasif terhadap masa depan daerah asalnya.
Menurutnya, pemuda memiliki kekuatan besar melalui teknologi dan komunikasi digital. Karena itu, ruang digital harus dimanfaatkan secara produktif untuk menyampaikan informasi, gagasan pembangunan, aspirasi masyarakat, dan pesan persatuan.
“Pemuda Nias jangan hanya menjadi penonton. Mari gunakan kemampuan produksi dan teknologi digital untuk mendorong, menyuarakan, serta mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Kita bisa bergerak dengan cara yang cerdas, produktif, damai, dan terukur,” ujarnya.
Ia menilai gerakan digital yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi salah satu instrumen komunikasi publik untuk memperkuat perhatian terhadap berbagai kepentingan pembangunan Kepulauan Nias.
DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH HARUS JELAS DAN TERUKUR
Dalam kesempatan tersebut, Juli juga menyampaikan adanya pertanyaan masyarakat mengenai sejauh mana dukungan seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias terhadap perjuangan BPP-PKN dalam mendorong percepatan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Masyarakat, menurutnya, membutuhkan keterbukaan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, bentuk koordinasi dengan BPP-PKN, serta kesinambungan antara perjuangan pembentukan provinsi dengan kesiapan pembangunan Kepulauan Nias.
Karena itu, FORKADA Kepulauan Nias diharapkan dapat menunjukkan sikap dan langkah yang jelas dalam mendukung aspirasi masyarakat sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat perlu mendapatkan kejelasan. Apakah seluruh kepala daerah telah menunjukkan dukungan yang nyata dan serius kepada BPP-PKN atau hanya kalimat dukungan yang seringkali gampang di ucapkan? Bagaimana bentuk koordinasinya? Dan sejauh mana kesiapan pemerintah daerah dalam mempersiapkan pembangunan apabila Provinsi Kepulauan Nias terbentuk?, pemerintah se Kepulauan Nias harus menunjukkan kerja cepat dan serius” kata Juli E. Restu War.
Menurutnya, pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan masyarakat dengan pemerintah daerah, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial dan dorongan agar perjuangan bersama memiliki arah yang jelas.
PEMBENTUKAN PROVINSI HARUS DIIRINGI KESIAPAN PEMBANGUNAN
Juli E. Restu War aktivis pemuda Nias itu menekankan bahwa perjuangan pembentukan provinsi tidak boleh hanya berbicara mengenai perubahan administrasi pemerintahan. Sejak sekarang, seluruh pemangku kepentingan perlu membangun gagasan dan kesiapan pembangunan Kepulauan Nias secara komprehensif.
Kesiapan tersebut antara lain mencakup penguatan infrastruktur, pelayanan publik, konektivitas antarpulau, pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan demikian, aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
SATU HATI, SATU SUARA UNTUK MASA DEPAN KEPULAUAN NIAS, MARI JADI AGEN SOLUSI KEMAJUAN.
Juli E. Restu War mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Nias di dalam maupun luar daerah untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan berbeda dalam memperjuangkan masa depan Kepulauan Nias. Persatuan masyarakat harus menjadi kekuatan utama. Satu hati, satu suara, dan satu komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat Kepulauan Nias,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa kemajuan Kepulauan Nias membutuhkan keterlibatan semua pihak. Masyarakat harus aktif bersuara, pemerintah daerah harus menunjukkan keseriusan, BPP-PKN harus terus mengawal proses perjuangan, dan pemuda harus mengambil peran strategis dalam membangun dukungan publik.
“Kemajuan Nias tidak boleh hanya ditunggu. Masyarakat harus ikut mendorong dan mengawalnya. Negara harus mengetahui aspirasi rakyatnya, dan perjuangan masyarakat harus dilakukan secara tertib, konsisten, konstruktif, serta sesuai dengan mekanisme hukum dan pemerintahan yang berlaku,” pungkas Juli E. Restu War.
SERUAN SIKAP
Sebagai bagian dari penguatan aspirasi masyarakat, Juli menyerukan:
1. Seluruh masyarakat Kepulauan Nias terus menyuarakan aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias secara konsisten dan damai.
2. BPP-PKN terus mengawal setiap tahapan perjuangan dan memberikan informasi perkembangan kepada masyarakat secara terbuka.
3. FORKADA dan seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias memperkuat koordinasi serta menunjukkan dukungan dan langkah yang jelas sesuai kewenangan masing-masing.
4. Pemuda Nias di seluruh Indonesia mengambil peran aktif melalui media, teknologi, produksi konten, dan gerakan digital yang positif.
5. Seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
6. Kesiapan pembangunan Kepulauan Nias harus terus dipersiapkan secara serius sebagai bagian dari pengawalan aspirasi pembentukan provinsi.
Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan sekadar wacana tapi cita cita perubahan peradaban sebuah daerah. Aspirasi harus terus disuarakan, proses harus dikawal, persatuan harus diperkuat, dan kesiapan pembangunan harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah Se Kepulauan Nias.(Restu war)