Cianjur,detiksatu.com || Tumpukan sampah terlihat menumpuk di sekitar aliran Kali Ciawi Tali, tepatnya di bawah dan sisi Jembatan Babat Beton, RT 01/18, Kampung Babakan Cikundul, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kondisi tersebut terlihat dalam pemantauan media pada Sabtu (12/9/2026). Sejumlah sampah rumah tangga tampak berserakan di sekitar bantaran dan sebagian berada di dalam aliran air di bawah jembatan.
Persoalan sampah di kawasan tersebut menjadi perhatian warga karena berpotensi mengganggu aliran air, terutama apabila sampah yang menumpuk terbawa arus ketika debit air meningkat.
Ketua RT setempat, Aceng, mengatakan pihaknya telah berulang kali mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke kali.
Menurut Aceng, masih terdapat warga yang membuang sampah secara sembunyi-sembunyi, termasuk pada malam hari sehingga tidak diketahui secara langsung oleh pengurus lingkungan.
"Kami selalu menegur warga masyarakat supaya jangan membuang sampah ke kali. Tetapi masih ada yang membuang pada malam hari dan tidak diketahui oleh pihak RT," kata Aceng.
Ia mengatakan pengurus RT bersama karang taruna telah berupaya menyediakan tempat atau kantong penampungan sampah bagi warga. Pengangkutan sampah juga dilakukan secara berkala.
Aceng menyebut kegiatan pengumpulan dan penarikan sampah oleh karang taruna dilakukan setiap Minggu. Warga juga terus diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran kali.
Sementara itu, warga setempat, Egi, mengaku beberapa kali melihat adanya aktivitas pembuangan sampah pada malam hari. Namun, dia mengatakan tidak mengetahui siapa warga yang membuang sampah tersebut.
"Saya sering melihat ada masyarakat yang membuang sampah tengah malam. Saya sendiri tidak melihat siapa yang membuang," ujar Egi.
Egi menilai pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bersama-sama mulai dari tingkat RT, RW, mandor hingga pemerintah desa. Menurut dia, warga dapat menyimpan sampah terlebih dahulu di rumah sebelum dikumpulkan untuk diangkut.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah di aliran sungai tidak hanya berdampak pada lokasi tempat sampah dibuang.
"Kalau sampah dibuang ke kali, dampaknya bukan hanya di sini. Ketika air membawa sampah, dampaknya bisa sampai ke daerah hilir," katanya.
Egi juga menyebut kondisi serupa terjadi di Kali Cirumpak yang berada di sekitar wilayah tersebut. Dia mengatakan terdapat tumpukan sampah yang menurut pengamatannya lebih banyak dibandingkan lokasi Kali Ciawi.
"Di sebelah sana, Kali Cirumpak, kondisinya lebih parah. Ada beberapa tumpukan sampah yang berserakan," ujarnya.
Ia berharap persoalan tersebut mendapat penanganan melalui koordinasi antara pengurus RT, RW, mandor, pemerintah desa, karang taruna dan masyarakat.
Pantauan visual di lokasi menunjukkan sampah memang terlihat berada di sekitar aliran Kali Ciawi Tali dan bawah jembatan. Namun, identitas pihak yang membuang sampah tersebut belum diketahui dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi di lokasi. (Bet)