Bekasi,detiksatu.com ll calon Kepala Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Bapak Toyang, resmi mendapatkan nomor urut 1 dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangsegar periode 2026-2034.
Perolehan Nomor Urut 1 dan Pesan Kedewasaan Berpolitik
Bapak Toyang secara resmi mendapatkan nomor urut 1 dalam Pilkades Karangsegar. Nomor urut tersebut langsung disambut antusias oleh para pendukung dan relawan yang selama ini mengawal langkah Toyang menuju kontestasi. Namun, di tengah euforia tersebut, Toyang justru menekankan pesan berbeda: "Kemenangan tidak boleh dibayar dengan perpecahan."
1
Nomor Urut Resmi
Bapak Toyang
Calon Kepala Desa Karangsegar · Periode 2026-2034
Toyang, Pendukung, Relawan, dan Seluruh Elemen Masyarakat
Bapak Toyang, bakal calon Kepala Desa Karangsegar, beserta seluruh pendukung, relawan, keluarga, dan elemen masyarakat Karangsegar yang terlibat dalam momentum Pilkades ini. Toyang secara khusus menyampaikan pesan kepada seluruh keluarga besar pendukungnya untuk menjaga sikap selama tahapan berlangsung.
"Saya minta kepada seluruh keluarga, pendukung, dan saudara-saudara saya semua, tidak ada yang arogan. Kita buat suasana yang harmonis, yang manis, santun dan sopan."
Bapak Toyang
Saat Penetapan Nomor Urut dan Menjelang Tahapan Kampanye
Momen ini berlangsung saat proses penetapan nomor urut calon kepala desa. Sebelum proses pendaftaran, puluhan bahkan ratusan warga dan relawan juga menggelar silaturahmi serta doa bersama. Setelah mendapatkan nomor urut 1, konsolidasi dukungan terhadap Toyang dipastikan semakin bergerak menuju tahapan kampanye dan pemungutan suara.
Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi
Seluruh rangkaian peristiwa — mulai dari silaturahmi dan doa bersama sebelum pendaftaran, proses penetapan nomor urut, hingga penyampaian pesan Toyang kepada warga dan sukarelawan — berlangsung di wilayah Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Pilkades sebagai Momentum Kedewasaan, Bukan Sekadar Perebutan Kursi
Menurut Toyang, Pilkades bukan sekadar perebutan kursi kepala desa, tetapi momentum untuk menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menentukan pemimpin. Karena itu, perbedaan pilihan tidak boleh berubah menjadi konflik antar tetangga, keluarga, maupun kelompok masyarakat.
Tujuan utama: Menjadikan Desa Karangsegar lebih baik dan istimewa, serta menjaga agar pertarungan politik tetap damai, tertib, dan bermartabat.
Mengedepankan Etika, Persaudaraan, dan Pesta Demokrasi yang Menggembirakan
Di hadapan warga dan sukarelawan, Toyang meminta seluruh pendukungnya menjaga sikap, menghindari arogansi, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memanaskan suasana selama tahapan Pilkades berlangsung.
Toyang menegaskan perjuangan politik yang dibangun harus tetap mengedepankan etika dan persaudaraan. Nomor 1 menjadi simbol awal perjuangan, dengan tantangan berikutnya bukan hanya memenangkan suara, tetapi juga menjaga agar pertarungan politik di Karangsegar tetap damai, tertib, dan bermartabat.
Toyang bersama tim dan relawannya pun mengajak seluruh elemen masyarakat Karangsegar untuk menjadikan Pilkades sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan ajang permusuhan.
Reporter(Roan)