Petugas TNGGP Luka, Pos SIMAKSI Gunung Putri Rusak, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

Petugas TNGGP Luka, Pos SIMAKSI Gunung Putri Rusak, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

September 10, 2026 | September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T07:56:28Z
CIANJUR, DETIKSATU.COM || Dugaan kekerasan terhadap petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB-TNGGP) terjadi di jalur pendakian Gunung Putri, Kabupaten Cianjur. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, fasilitas Pos Pemeriksaan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) juga dilaporkan mengalami kerusakan.

BB-TNGGP menyebut peristiwa itu terjadi ketika petugas menjalankan pengawasan terhadap aktivitas pendakian. Kasus tersebut kini ditangani Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet.
Informasi itu disampaikan BB-TNGGP melalui siaran pers Nomor PG.32/T.2/TU/HMS.01.02/B/09/2026 yang diterbitkan di Cibodas pada 9 September 2026.

Rangkaian kejadian disebut bermula pada Senin, 7 September 2026. Petugas Resort PTN Gunung Putri mendapati pendaki yang hendak memasuki kawasan konservasi ketika aktivitas pendakian sedang ditutup sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Petugas kemudian memberikan teguran dan melakukan penanganan sesuai tugas serta kewenangannya.

Menurut BB-TNGGP, kejadian berlangsung di sekitar Pos Pemeriksaan SIMAKSI Resort PTN Gunung Putri. Berdasarkan keterangan awal yang diterima pengelola kawasan, peristiwa tersebut diduga melibatkan sejumlah orang yang berkaitan dengan salah satu basecamp di sekitar jalur pendakian.

Situasi kembali memanas pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 13.54 WIB. BB-TNGGP melaporkan adanya dugaan kekerasan terhadap seorang anggota Polisi Kehutanan yang bertugas di Resort PTN Gunung Putri.

Petugas tersebut mengalami luka pada bagian wajah dan hidung. Korban kemudian dibawa ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani pemeriksaan, termasuk visum.

Tak hanya petugas yang menjadi korban. Pondok Jaga yang digunakan sebagai Pos Pemeriksaan SIMAKSI juga dilaporkan rusak. Pemeriksaan awal BB-TNGGP menemukan kaca jendela pecah dan kursi mengalami kerusakan.

BB-TNGGP kemudian berkoordinasi dengan Polsek Pacet dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Polisi melakukan pemeriksaan di lokasi, mengumpulkan barang bukti serta dokumentasi yang diperlukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Kepala BB-TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta menyayangkan dugaan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas dan kerusakan fasilitas negara.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas serta kerusakan terhadap fasilitas negara.”

Sadtata mengatakan BB-TNGGP menyerahkan penanganan aspek hukum kepada aparat yang berwenang. Balai juga menyatakan siap mendukung proses pemeriksaan dan pengembangan perkara berdasarkan bukti serta fakta yang ditemukan.

BB-TNGGP mengingatkan pengelola basecamp, pemandu, porter, calon pendaki dan masyarakat agar mematuhi ketentuan memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, termasuk memenuhi prosedur perizinan pendakian.

Pengawasan di jalur pendakian, menurut BB-TNGGP, merupakan bagian dari tugas menjaga kawasan konservasi sekaligus memastikan keselamatan pengunjung dan ketertiban administrasi.

Balai meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum dan mengimbau seluruh pihak tidak melakukan kekerasan ataupun perusakan fasilitas negara.

BB-TNGGP menegaskan informasi yang disampaikan merupakan informasi awal. Perkara masih dapat berkembang seiring proses klarifikasi, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti dan penyelidikan kepolisian.

Hingga tahap ini, belum ada pihak yang dinyatakan bersalah. Ada atau tidaknya tindak pidana serta siapa yang bertanggung jawab sepenuhnya bergantung pada hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Petugas TNGGP Luka, Pos SIMAKSI Gunung Putri Rusak, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

Trending Now