Wisuda IAN Bekasi XXVI, Dorong Transformasi Digital untuk Kemaslahatan Umat

Wisuda IAN Bekasi XXVI, Dorong Transformasi Digital untuk Kemaslahatan Umat

September 08, 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T16:27:19Z
Bekasi,detiksatu.com || Pertumbuhan digitalisasi menuntut adanya pengawalan secara nilai-nilai syariah, mengingat teknologi sebagai instrument daya mempunyai kekuatan besar tetapi harus memberi arah serta berorientasi pada kemaslahatan publik dari praktik manipulasi, jerat utang, atau kesenjangan ekonomi.

Hal ini disampaikan Pendiri Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, Prof Dr Murniati Mukhlisin, M.Acc dalam orasi ilmiah bertajuk "Membangun Peradaban Unggul melalui Integrasi Syariah di Era Digital" pada sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana ke XXVI dan Magister ke I Institut Attaqwa KH Noer Alie (IAN) Bekasi, Selasa 8 September 2026. 
Murniati menegaskan kecerdasan buatan mampu menghasilkan teks dan menghitung risiko, namun manusia tetap memegang kendali atas nilai, tujuan, dan keputusan tersebut, untuk itu alumni IIUM ini mendorong transformasi tidak sekedar ekonomi digital berbasis konsumerisme, tetapi lebih dari itu harus  menuju konsep Digital Falah.

“Transformasi digital yang sekarang berkembang pesat, jangan hanya mengajar target ekonomi berbasis konsumerisme semata, tetapi harus menuju ekosistem digital yang menitikberatkan kesejahteraan inklusif, keadilan, keberlanjutan, serta penciptaan nilai nyata (value creation)” ujarnya.

Murniati menjelaskan lulusan perguruan tinggi Islam dalam menghadapi era modernisasi dan digitalisasi harus memahami literasi digital, “lulusan perguruan tinggi harus memiliki penguasaan data, algoritma, serta mitigasi risiko etis dan keamanan siber” jelas Rektor Universitas Tazkia 2017-2022. 

Kemudian lulusan perguruan tinggi, lanjut Murniati harus dibekali dengan penguasaan literasi Syariah, penerapan prinsip keadilan, Amanah, dan kerangka maqashid al shari’ah berupa perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta sebagai pondasi pengembangan inovasi dan kreatifitas.

Kegiatan yang diadakan di Islamic Centre KH Noer Alie ini dihadiri Dr. Farid Saenong (Staf Ahli Menteri Agama RI), KH. Ahmad Syaikhu, S.Ak, M.M. (Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam Islamic Centre Bekasi), Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA. (Ketua Yayasan Attaqwa Bekasi), Perwakilan Plt Bupati Bekasi, Perwakilan Walikota Bekasi, Ketua Kopertais II Wilayah Jawa Barat, dan seluruh Wisudawan beserta pendamping dan keluarga.

Kemitraan Strategis 

Ahmad Syaikhu dalam kesempatan ini mengatakan upaya kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, termasuk IAN Bekasi  akan memperkuat ekosistem keumatan. “Sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, masjid, Islamic Centre, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu dibangun secara berkelanjutan untuk memperkuat jejaring dan ekosistem keumatan” ujar Wakil Walikota Bekasi 2013-2018.

Syaikhu menilai tantangan yang dihadapi umat saat ini tidak dapat diselesaikan apabila setiap elemen berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya kolaborasi daripada persaingan yang justru berpotensi melemahkan kekuatan umat. “Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Tantangan umat terlalu besar jika dikerjakan secara parsial. Kita membutuhkan kolaborasi, bukan kompetisi yang saling melemahkan,” tegas Presiden PKS 2020-2025.

Sementara Rektor IAN Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, tetapi juga menjadi bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan umat.

Setelah lulus tugas utama seorang sarjana lanjut Saiful adalah berkiprah di masyarakat, berperan aktif dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah di masyarakat, menjadi guru, da’i, wartawan, pengusaha atau mubaligh. “seorang sarjana alumni perguruan tinggi Islam dituntut untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah di kehidupan masyarakat” ungkap mantan guru ini.

MoU Sakinah Finance dan IAN Bekasi

Pada kesempatan wisuda ini dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan strategis antara Sakinah Finance, Universitas Tazkia, dengan Institut Attaqwa KH Noer Alie (IAN) Bekasi yang berfokus pada penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wiku Suryomurti selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBS) Universitas Tazkia dan Dr Hamdani Nijam, MA sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAN Bekasi, serta jajaran pimpinan dan Dosen IAN Bekasi. (Evan)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wisuda IAN Bekasi XXVI, Dorong Transformasi Digital untuk Kemaslahatan Umat

Trending Now