NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan berarti naik kelas dari masyarakat. Justru sejak pertama mengenakan status sebagai calon aparatur negara, mereka dituntut siap berada di garis depan untuk melayani kepentingan publik.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Siga, saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan I-VII lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo Tahun 2026 di Mbay, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan Kepala daerah dan CPNS peserta.
Yohanes Siga saat memberikan arahan kepada para CPNS mengatakan calon aparatur negara tidak membawa mentalitas ingin dilayani ketika nantinya menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan.
“CPNS harus siap menjadi pelayan masyarakat, bukan dilayani,”tegas Yan Siga.
Ia menekankan bahwa status sebagai aparatur pemerintah bukanlah simbol kekuasaan. Sebaliknya, status itu merupakan amanah yang membawa konsekuensi berupa tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Yan Siga, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh pelayanan pemerintah secara baik, cepat, transparan dan adil. Karena itu, CPNS harus membangun karakter pelayanan sejak awal, bukan setelah menduduki jabatan tertentu.
Jangan Sampai Birokrasi Justru Jadi Beban
Yan Siga mengingatkan, masyarakat yang datang ke kantor pemerintah biasanya membawa kebutuhan yang harus mendapatkan kepastian. Mereka bisa datang untuk mengurus administrasi, memperoleh informasi, mengakses layanan maupun menyampaikan persoalan.
Dalam situasi tersebut, aparatur dituntut memberikan pelayanan dengan sikap yang profesional dan manusiawi.
“Jangan sampai masyarakat datang membutuhkan pelayanan, tetapi justru merasa dipersulit. Aparatur pemerintah harus menjadi bagian dari solusi, bukan menambah persoalan,”ujarnya.
Ia menilai cara aparatur memperlakukan masyarakat akan sangat menentukan citra pemerintah.
Satu pelayanan yang buruk dapat melahirkan kekecewaan. Sebaliknya, pelayanan yang ramah, cepat dan bertanggung jawab dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
CPNS Diminta Tidak Terjebak Status
Yan Siga juga mengingatkan para CPNS agar tidak terjebak pada kebanggaan terhadap status sebagai aparatur negara.
Menurutnya, seragam, jabatan maupun kewenangan bukan alasan untuk menjaga jarak dengan masyarakat.
Justru semakin besar kewenangan yang dimiliki seorang aparatur, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak pelayanan.
“Jangan berpikir karena kita pegawai pemerintah lalu masyarakat harus mengikuti kemauan kita. Kita ada karena masyarakat dan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,”katanya.
Ia meminta para CPNS membangun disiplin dan integritas sejak masa awal pengabdian. Menurutnya, karakter seorang ASN tidak dibentuk hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan tugas.
Datang tepat waktu, bekerja dengan jujur, menyelesaikan tugas, menghormati masyarakat dan tidak menyalahgunakan kewenangan merupakan bagian dari pengabdian.
Aturan Bukan Alasan Untuk Mempersulit
Dalam memberikan pelayanan, Yan Siga menegaskan aparatur tetap harus bekerja berdasarkan aturan. Namun, aturan tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap kaku atau mempersulit warga.
Jika terdapat persyaratan yang belum lengkap, aparatur harus menjelaskannya dengan baik sehingga masyarakat memahami apa yang harus dilakukan.
“Kita bekerja berdasarkan aturan. Tetapi aturan harus dijelaskan dengan cara yang baik. Jangan menggunakan aturan untuk menunjukkan kekuasaan,”tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting bagi generasi baru birokrasi. Sebab, perubahan kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada mentalitas aparatur yang menjalankannya.
Pelayanan Jadi Wajah Pemerintah
Yan Siga menilai masyarakat tidak selalu melihat pemerintah dari kebijakan besar yang dibuat. Bagi sebagian warga, wajah pemerintah justru terlihat dari pengalaman sederhana ketika mereka berhadapan dengan petugas di kantor pelayanan.
Ketika warga mendapatkan pelayanan yang cepat dan manusiawi, kepercayaan terhadap pemerintah akan tumbuh.
Sebaliknya, ketika warga dipingpong, dipersulit atau mendapatkan perlakuan tidak ramah, maka citra pemerintah ikut terdampak.
Yan Siga berharap para CPNS harus menjadi bagian dari perubahan. Jangan menunggu menjadi pejabat untuk belajar melayani. Dari sekarang tanamkan dalam diri bahwa tugas kita adalah mengabdi.
Selain itu, Yan Siga juga meminta para CPNS memahami satu prinsip sederhana namun fundamental, menjadi aparatur negara berarti menerima amanah untuk melayani.
“Masyarakat bukan pelayan kita. Kitalah yang ditugaskan untuk melayani masyarakat,”pungkasnya.
Jurnalis: Stef