NAGEKEO, DETIKSATU.COM || Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada 521 keluarga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumad (4/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat pascagempa. Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak selama masa pemulihan.
Menanggapi kondisi tersebut, YMTM memberikan dukungan bantuan darurat yang didukung oleh Yayasan Wahana Nusa Indonesia (YWNI) yang berkantor di Denpasar. MenurutKoordinator YMTM, Marsel Mau, bantuan tahap kedua inikhusus di 3 desa dampingaan diarahkan pada kebutuhan paling mendesak berdasarkan hasil kaji cepat dan kondisi masyarakatdi wilayah dampingan.
Sebanyak 521 keluarga menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Bantuan diprioritaskan bagi warga yang terdampak langsung dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Koordinator YMTM Marsel Mau menyatakan bahwa bantuan tanggap darurat merupakan bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Selain bantuan material, dukungan dan pendampingan kepada masyarakat juga dinilai penting agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
“Gempa yang mengguncang wilayah Nagekeo menimbulkan dampak bagi sejumlah masyarakat dan memerlukan respons cepat dari berbagai pihak. Kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi penting dalam memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani,”ujarnya.
Lebih lanjut Marsel mengatakan salah satu lembaga yaitu Solar Chapter melalui YMTM salurkan bantuan berupa lampu tenaga surya (solar chapter) sebanyak 65 buah kepada masyarakat yang masih bertahan di tenda mandiri.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerangan kepada warga yang hingga sast ini masih terbatas,terutama pada situasi malam hari. Dalam penyaluran tersebut, kami juga memberikan 3 unit tenda untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian mandiri,”kata Marsel Mau.
Ia juga mengatakan saat ini YMTM bersama YAPPIKA sedang melakukan Assesment di 10 Desa untuk mengatahui kebutuhan mendesak terutama kelompok rentan (Lansia, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Difabel dan Anak-anak.
Sasar 521 keluarga
Bantuan tahap kedua ini ditargetkan menjangkau sekitar 521 keluarga. Penerima manfaat diprioritaskan bagi masyarakat yang rumahnya rusak atau tidak dapat ditempati, warga yang mengungsi, keluarga rentan, serta di wilayah yang mengalami keterbatasan akses terhadap pangan dan air minum.
Bantuan pangan yang disalurkan terdiri atas 3.650 kilogram beras, 7.760 bungkus mie instan, dan 7.860 butir telur. Desa Bidoa Bidoa, beras 1.100 kg, telur 2.310 butir, mie instan 2.376 bungkus. Desa Ulupulu, beras 1.250 kg, telur 2.700 butir, mie insatan 2.760 bungkus. Selain itu YMTM juga memberikan dukungan 105.000 liter air minum bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada dalan kondisi darurat.
Desa-desa tersebut merupakan wilayah yang menjadi lokasi program YMTM sejak tahun 2024. Pemilihan lokasi bantuan mempertimbangkan kondisi masyarakat, kebutuhan di lapangan, serta kapasitas dukungan yang tersedia.
Tidak Berhenti pada Masa Darurat
Melalui penyaluran bantuan ini, YMTM berharap masyarakat terdampak dapat terbantu dalam melewati masa tanggap darurat. Bantuan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari dukungan bagi warga untuk kembali menjalani aktivitas dan memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.
“Dukungan donor sangat penting, bukan hanya pada saat tanggap darurat. Kami berharap dukungan dapat dilanjutkan sampai tahap pemulihan dan rehabilitasi sehingga masyarakat tidak hanya menerima bantuan untuk bertahan, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk kembali mandiri dan membangun kehidupannya,”pungkasnya.
Jurnalis: Stef