Pasaman Barat, detiksatu.com || Sulitnya akses jalan di Jorong Rurapatontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, kembali menjadi perhatian. Seorang warga bernama Saparuddin (42), yang menderita penyakit diabetes, terpaksa digotong warga untuk mencapai kendaraan yang akan membawanya mendapatkan pertolongan medis, Jumat (9/10/2026).
Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi hujan yang menyebabkan jalan tanah menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan. Warga bergotong royong membantu Saparuddin hingga mencapai titik yang dapat dijangkau mobil keluarga.
Berdasarkan keterangan Romartin, salah seorang warga yang ikut membantu mengantarkan pasien, Saparuddin rencananya dibawa menuju Puskesmas Parit untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat Rurapatontang dalam mengakses pelayanan kesehatan, terutama ketika kondisi cuaca memperburuk akses jalan menuju permukiman.
Kepala Puskesmas Parit Sudah Mengetahui Kondisi Pasien
Kepala Puskesmas Parit, Erma Juita, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya telah mengetahui kondisi Saparuddin melalui laporan bidan jorong. Jumat, 9/10/2026
Menurut Erma, bidan jorong sebelumnya telah menyarankan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, keberangkatan pasien sempat menunggu kedatangan saudaranya yang berada di luar daerah.
Terkait penggunaan ambulans, Erma menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak meminta ambulans Puskesmas karena telah merencanakan menggunakan mobil milik keluarga untuk membawa pasien.
Erma juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Camat Koto Balingka, dan bidan jorong terkait kondisi pasien tersebut.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui apakah Saparuddin sudah tiba di Puskesmas Parit karena sedang berada diluar.
Status Ambulans Rurapatontang Perlu Diperjelas
Saat ditanya mengenai ambulans yang sebelumnya diketahui bertuliskan Rurapatontang, Erma menyebut kendaraan tersebut regulasinya bukan berada di bawah kewenangannya.
Sepengetahuannya, pengelolaan ambulans tersebut berkaitan dengan pihak Kecamatan Koto Balingka dan Pemerintah Nagari Pematang Panjang.
Keterangan tersebut menjadi dasar perlunya penjelasan lebih lanjut mengenai status kendaraan, pihak yang bertanggung jawab atas operasionalnya, serta mekanisme pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.
Di sisi lain, berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas, keluarga Saparuddin memang telah merencanakan penggunaan mobil pribadi untuk membawa pasien. Karena itu, belum dapat disimpulkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh penolakan atau tidak tersedianya ambulans Puskesmas.
Namun, kondisi jalan yang menyulitkan evakuasi pasien saat hujan tetap menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Akses Jalan Menjadi Tantangan Pelayanan Kesehatan
Peristiwa yang dialami Saparuddin kembali memperlihatkan pentingnya akses jalan yang layak bagi masyarakat, khususnya untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah dengan kondisi infrastruktur terbatas.
Ketika jalan licin dan kendaraan tidak dapat menjangkau pemukiman, warga terpaksa mengandalkan tenaga masyarakat untuk mengevakuasi pasien menuju titik yang bisa dilalui kendaraan.
Persoalan akses jalan di Rurapatontang sebelumnya juga pernah menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana perbaikan infrastruktur dapat menjawab kebutuhan masyarakat, terutama ketika musim hujan tiba.
Selain pembangunan jalan, kesiapan sarana transportasi untuk keadaan darurat juga penting agar masyarakat memiliki akses pertolongan ketika membutuhkan penanganan medis.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh konfirmasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini Saparuddin maupun kepastian apakah pasien telah tiba di Puskesmas Parit.
Redaksi detiksatu.com masih berupaya memperoleh keterangan dari Pemerintah Nagari Pematang Panjang dan pihak Kecamatan Koto Balingka mengenai status serta pengelolaan ambulans Rurapatontang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa akses jalan yang layak dan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah yang sulit dilalui kendaraan saat musim hujan. (R. Habibi)