Jember , detiksatu.com || Persoalan pasien kurang mampu tak berhenti saat keluar dari rumah sakit. Biaya transportasi untuk pulang justru bisa menjadi beban baru bagi keluarga yang sedang kesulitan ekonomi. Menjawab persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan Mobil Cinta, layanan pengantaran pasien gratis yang kini diminta Bupati Jember, Gus Fawait, untuk disosialisasikan secara masif hingga pelosok desa.
Gus Fawait menegaskan, keberadaan layanan kesehatan tidak boleh berhenti pada tersedianya fasilitas pengobatan.
Pemerintah juga harus memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses layanan tersebut tanpa terbebani persoalan biaya, termasuk ketika harus kembali ke rumah setelah menjalani perawatan.
Menurutnya, masih ada warga yang memilih menahan diri untuk berobat atau kebingungan mencari kendaraan untuk pulang karena tidak memiliki uang untuk membayar transportasi.
“Masih ada warga kita yang sakit, tapi enggan berobat atau bingung saat hendak pulang dari rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan,” ungkap Gus Fawait.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Jember.
Sebagian pasien bahkan terpaksa menggunakan kendaraan roda tiga atau sepeda motor yang kurang layak untuk mengantarkan mereka pulang setelah menjalani perawatan.
Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan akses kesehatan bukan semata-mata tentang pengobatan. Bagi keluarga kurang mampu, ongkos perjalanan pulang pun bisa menjadi persoalan serius.
Mobil Cinta Jadi Solusi
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemkab Jember menyediakan Mobil Cinta melalui tiga rumah sakit milik pemerintah daerah.
Layanan ini ditujukan untuk mengantarkan pasien kurang mampu kembali ke rumah masing-masing secara gratis tanpa dipungut biaya.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga pasien sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun, Gus Fawait menilai keberadaan fasilitas saja tidak cukup. Masyarakat harus mengetahui bahwa layanan tersebut tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan.
Karena itu, ia menginstruksikan para camat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga seluruh jajaran staf untuk aktif menyebarluaskan informasi mengenai Mobil Cinta.
Sosialisasi diminta dilakukan secara luas agar informasi tidak hanya beredar di lingkungan pemerintahan, tetapi juga sampai kepada masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa.
“Semua pelayanan kesehatan harus kita landasi dengan rasa cinta dan kepedulian. Saya minta tolong kepada para camat, OPD, dan seluruh jajaran untuk menyosialisasikan keberadaan Mobil Cinta ini agar warga yang membutuhkan benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Jangan Sampai Warga Tak Tahu
Pemkab Jember berharap Mobil Cinta menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Sebab, program yang disediakan pemerintah tidak akan memberikan dampak maksimal apabila warga yang membutuhkan justru tidak mengetahui keberadaannya.
Melalui layanan ini, Pemkab Jember berupaya mengurangi beban biaya transportasi pasien kurang mampu sekaligus memperkuat komitmen pemerataan pelayanan kesehatan.
Bagi warga yang tengah berjuang memulihkan kesehatan dan menghadapi keterbatasan ekonomi, kemudahan untuk pulang dengan aman bukan sekadar fasilitas tambahan.
Hal itu menjadi bagian penting dari pelayanan yang manusiawi dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya.
(Wiwik)