Banjir di Talamau, 6,25 Hektare Sawah Rusak dan 8 Titik Irigasi Terdampak

Banjir di Talamau, 6,25 Hektare Sawah Rusak dan 8 Titik Irigasi Terdampak

Oktober 20, 2026 | Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T09:55:04Z

Pasaman Barat, detiksatu.com || Banjir yang melanda Jorong Mudiak Simpang, Nagari Simpang Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, berdampak pada lahan pertanian, jaringan irigasi, serta sarana penyediaan air bersih masyarakat.
Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali menjadi perhatian Detiksatu.com melalui laporan wartawan Elwa KSSA dari Siberone.top yang mengangkat kondisi persawahan warga terdampak luapan Sungai Batang Simpang. Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya menyuarakan kondisi masyarakat dan mendorong perhatian pemerintah terhadap dampak bencana yang mengancam mata pencaharian petani.
Dalam laporan awal tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran atas kerusakan sawah yang sebagian tanaman padinya telah mendekati masa panen. Masyarakat juga berharap adanya penanganan sungai dan saluran irigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Perkembangan informasi selanjutnya diperoleh melalui laporan resmi Pemerintah Nagari Simpang Timbo Abu Kajai tertanggal 20 Oktober 2026. Dokumen tersebut mencatat kerusakan lahan persawahan seluas 6,25 hektar, delapan titik saluran irigasi, serta sarana penyediaan air bersih masyarakat.

Sawah Rusak, Petani Terancam Gagal Panen

Dalam laporan pemerintah nagari, kerusakan sawah terdiri atas 4 hektar kategori sedang dan 2,25 hektar kategori berat.

Lahan terdampak merupakan milik anggota Kelompok Tani Mudiak Simpang dan Kelompok Tani Sawah Laweh Berlian.

Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena lahan persawahan merupakan sumber penghidupan masyarakat. Apabila tanaman yang terdampak tidak dapat dipanen, petani berpotensi kehilangan pendapatan sekaligus menghadapi beban biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Dalam laporan awal Siberone.top, perkiraan kerugian petani disebut mencapai Rp250 juta. Besaran kerugian tersebut masih memerlukan pendataan lebih lanjut oleh instansi terkait.

Delapan Titik Saluran Irigasi Rusak

Selain persawahan, laporan nagari mencatat kerusakan pada delapan saluran irigasi yang berperan penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Batang Simpang: 20 meter.
2. Daun Salam: 10 meter.
3. Bonda Godang: 18 meter.
4. Kayu Rimbun: 25 meter.
5. Lubuak Tina: 16 meter.
6. Aia Dodok: 35 meter.
7. Lubuak Alai: 20 meter.
8. Aia Tolang: 10 meter.

Total panjang saluran irigasi yang dilaporkan mengalami kerusakan mencapai 154 meter. Kerusakan tersebut meliputi saluran yang tertimbun material dan roboh.

Kondisi ini membutuhkan penanganan teknis agar distribusi air untuk persawahan dapat kembali berfungsi dengan baik. Warga juga berharap dilakukan perbaikan sungai dan penguatan tebing untuk mengurangi risiko kerusakan berulang ketika debit air meningkat.

Sarana Air Bersih Ikut Terdampak

Dampak banjir juga tercatat pada sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Mudiak Simpang.

Berdasarkan laporan nagari, sarana tersebut melayani 317 kepala keluarga atau sekitar 1.067 jiwa. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bak reservoir dan intake dengan kategori sedang, sementara sejumlah pipa disebut terbawa arus.

Laporan tersebut turut mencatat dampak terhadap jembatan dan rumah warga. Rincian penanganan dan tingkat kerusakan masing-masing fasilitas masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

BPBD Pasbar Akan Klarifikasi Kondisi Lapangan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman Barat, Zulkarnain, saat dikonfirmasi Detiksatu.com melalui WhatsApp pada Selasa (20/10/2026), menyampaikan bahwa tim masih berada di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa laporan dari pihak nagari baru diterima BPBD dan akan diklarifikasi oleh tim berdasarkan fakta di lokasi.

“Laporan ini akan diklarifikasi tim sesuai fakta lapangan,” ujar Zulkarnain melalui pesan WhatsApp.

Klarifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi terkini, cakupan dampak, serta kebutuhan penanganan bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Warga Berharap Penanganan Segera Dilakukan

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui BPBD, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan instansi terkait segera melakukan peninjauan serta penanganan terhadap kerusakan yang terjadi.

Perbaikan saluran irigasi, penanganan sungai, dan pemeriksaan sarana air bersih dinilai penting untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan penghidupan pada hasil persawahan.

Publikasi awal yang dilakukan Siberone.top turut membuka perhatian terhadap kondisi warga di lapangan. Selanjutnya, dukungan pendataan dan respons dari instansi terkait diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga dampak banjir tidak semakin membebani masyarakat.
(R.Habibi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Banjir di Talamau, 6,25 Hektare Sawah Rusak dan 8 Titik Irigasi Terdampak

Trending Now