Bukan Sekadar Gowes, Gus Fawait Bidik Perkebunan Jadi Mesin Ekonomi Jember

Bukan Sekadar Gowes, Gus Fawait Bidik Perkebunan Jadi Mesin Ekonomi Jember

Oktober 06, 2026 | Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T18:04:39Z
Jember , detiksatu.com || Jangan lihat kegiatan ini sekadar gowes. Dari Kebun Sumberwadung menuju Pendopo Wahyawibawagraha, Bupati Jember Gus Fawait justru membawa agenda yang lebih besar: mendorong perkebunan menjadi mesin ekonomi baru sekaligus pintu masuk pengentasan kemiskinan.

Gowes bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat, Senin (5/10/2026), memang dibalut olahraga. 

Namun di balik itu, rombongan Pemkab Jember juga turun langsung menyapa masyarakat.

Bantuan sembako disalurkan. Layanan pengobatan gratis dibuka. Kondisi masyarakat di sepanjang jalur juga menjadi perhatian.

Tetapi sorotan utama Gus Fawait tertuju pada potensi besar yang berada di balik kawasan perkebunan, terutama Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan.

Bupati mengapresiasi langkah manajemen PDP Kahyangan yang mulai mendorong inovasi dan hilirisasi produk. Sebab, menurutnya, masa depan perkebunan tidak boleh berhenti pada menjual hasil panen sebagai bahan mentah.

“Hilirasasi memberikan nilai tambah pada produk. Dampak jangka panjangnya akan terlihat pada pertumbuhan BUMD kita,” ujar Gus Fawait.

Pesan itu menjadi penting karena kawasan yang dikelola PDP Kahyangan berada di wilayah pedesaan hingga kawasan sekitar hutan. Artinya, geliat bisnis perkebunan bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari sasaran program pengentasan kemiskinan.

Apalagi Pemkab Jember tengah menyiapkan branding “Jember Surga Kopi Indonesia”.

Gus Fawait melihat Jember punya modal kuat untuk mengusung ambisi tersebut. Kopi Liberika dan Robusta menjadi komoditas utama, disusul cerutu, edamame, okra hingga cokelat yang memiliki pasar dan nilai ekonomi tersendiri.

“PDP memegang peranan penting karena mengelola kawasan perkebunan yang berada di pedesaan dan pinggiran hutan, yang juga menjadi fokus pengentasan kemiskinan,” katanya.

Bagi Gus Fawait, hilirisasi bukan sekadar mengubah bentuk produk. Lebih jauh, langkah itu diharapkan menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan memperbesar kontribusi BUMD terhadap perekonomian Jember.

Dari kebun, nilai tambah diharapkan kembali ke masyarakat.

Namun pembangunan tidak hanya soal ekonomi. Gus Fawait juga menaruh perhatian pada kualitas pendidikan. 

Pemkab Jember terus mendorong percepatan revitalisasi sekolah melalui program perbaikan sarana pendidikan yang didukung pemerintah pusat.

Ia meminta masyarakat tidak tinggal diam ketika menemukan sekolah dengan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan berat.

“Kalau ada sekolah yang rusak berat, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti dan diajukan sebagai prioritas pembangunan,” tegasnya.

Gowes pun akhirnya bukan sekadar soal mengayuh sepeda. 

Dari kawasan perkebunan, Gus Fawait ingin melihat dua hal bergerak bersamaan: ekonomi daerah yang makin kencang dan pelayanan masyarakat yang semakin dekat.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Sekadar Gowes, Gus Fawait Bidik Perkebunan Jadi Mesin Ekonomi Jember

Trending Now