Gala Premiere Beautiful Pain, Angkat Perjuangan Perempuan Melawan Kekerasan dan Stigma

Gala Premiere Beautiful Pain, Angkat Perjuangan Perempuan Melawan Kekerasan dan Stigma

Oktober 16, 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T01:23:55Z
Jakarta,detiksatu.com || Gala premiere film Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Jakarta, menjadi momentum untuk mengangkat persoalan kekerasan seksual, hubungan rumah tangga toxic, hingga perjuangan ibu tunggal dalam merebut kembali harga diri dan kehidupannya.

Tidak sekadar memperkenalkan karya terbaru ke layar lebar, film produksi Dapur Film ini mengajak masyarakat melihat lebih dekat perjuangan perempuan yang menghadapi kekerasan, pelecehan, serta stigma sosial ketika berusaha keluar dari situasi yang menyakitkan.

Disutradarai Dmaz Brodjonegoro, diproduseri Hanung Bramantyo, dan melibatkan Nikita Mirzani sebagai debut executive producer, Beautiful Pain menghadirkan cerita yang berangkat dari persoalan perempuan yang masih kerap menghadapi penghakiman ketika memilih meninggalkan hubungan tidak sehat atau berani mengungkap pengalaman kekerasan.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Raihaanun Perankan Perempuan yang Berjuang Bangkit

Cerita Beautiful Pain berpusat pada Niken, karakter yang diperankan Raihaanun, seorang perempuan yang mengambil keputusan besar untuk mengakhiri rumah tangga toxic bersama suaminya, Dirga (Baim Wong).

Keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan mental dan masa depan kedua anaknya. Niken harus meninggalkan kenyamanan materi dan kembali tinggal bersama ibunya untuk membangun kehidupan dari awal.

Namun, perjuangannya tidak berhenti setelah perceraian. Ketika berusaha mencari nafkah secara mandiri dan memperjuangkan hak asuh anak, Niken justru menghadapi pelecehan seksual, fitnah, serta tekanan sosial yang membuatnya kembali berada dalam situasi sulit.

Alih-alih mendapatkan dukungan, ia harus menghadapi lingkungan yang meragukan dirinya dan cenderung menyalahkan korban. Dalam situasi tersebut, Niken berusaha menemukan keberanian untuk berbicara dan mempertahankan martabatnya.

Bagi Raihaanun, karakter Niken merepresentasikan perempuan yang berusaha melepaskan diri dari masa lalu yang menyakitkan, tetapi kembali diuji ketika mencoba bangkit.

“Setiap orang, setiap wanita, pasti pernah merasakan jatuh dan terjebak dalam jurang yang paling dalam. Niken adalah gambaran nyata wanita-wanita di luar sana yang kuat dan mampu melepaskan masa lalunya yang toxic,” ungkap Raihaanun.

Ia berharap film tersebut dapat memberikan dukungan emosional kepada perempuan yang mengalami situasi serupa agar tidak merasa sendirian dan tidak menyalahkan diri sendiri atas kekerasan yang dialaminya.

Raihaanun juga menyoroti keberanian perempuan, khususnya ibu tunggal, yang harus menghadapi berbagai tekanan ketika berjuang melindungi anak-anak dan membangun kembali kehidupannya.

Dmaz Brodjonegoro Ingin Memantik Percakapan Sosial

Bagi Dmaz Brodjonegoro, Beautiful Pain bukan sekadar film hiburan, melainkan upaya membuka percakapan mengenai persoalan yang kerap sulit dibicarakan secara terbuka.

Dalam debut penyutradaraan layar lebarnya, Dmaz mengembangkan cerita bersama penulis skenario Titien Wattimena dengan menempatkan pengalaman perempuan sebagai salah satu fokus utama.

“Dari awal saya sangat ingin film ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan hiburan, namun dapat memantik perbincangan-perbincangan penting yang selama ini dibungkam di masyarakat kita,” kata Dmaz.

Ia berharap penonton dapat memahami betapa sulitnya perempuan menemukan ruang aman untuk berbicara ketika mengalami kekerasan, serta menyadari beratnya perjuangan seorang ibu yang harus membangun kehidupan seorang diri.

Dmaz juga mengajak masyarakat mengembangkan empati dan tidak terburu-buru menghakimi orang yang sedang berjuang keluar dari pengalaman traumatis.

Sementara itu, produser Hanung Bramantyo mengapresiasi visi kemanusiaan yang dibawa Dmaz dalam menerjemahkan cerita tersebut ke layar lebar.

“Saat saya mengembangkan cerita ini bersama Dmaz dan Mba Titin Wattimena, saya sudah bisa melihat kalau Dmaz adalah seorang sutradara yang punya visi kemanusiaan yang kuat, dan saya sangat bangga bisa mendukung visinya tersebut,” ujar Hanung.

Executive producer Nikita Mirzani juga menegaskan bahwa pesan film ini ditujukan kepada perempuan secara luas, bukan hanya kepada kelompok atau individu tertentu.

“Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini adalah film tentang semua wanita Indonesia, yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan,” tutur Nikita.

Instalasi Kupu-Kupu Jadi Simbol Perjalanan Penyembuhan

Suasana gala premiere turut diperkuat dengan instalasi puluhan kertas berbentuk kupu-kupu yang menghiasi lobi Epicentrum XXI.

Instalasi tersebut memuat curahan hati anonim mengenai berbagai pengalaman emosional, mulai dari trauma perselingkuhan, kekerasan yang berujung pada penghakiman lingkungan, hingga perasaan bersalah yang dialami sebagian ibu tunggal.

Selain menjadi ruang ekspresi, instalasi itu menghadirkan pesan tentang keberanian untuk menerima pengalaman masa lalu, mencari dukungan, dan memulai proses pemulihan.

Kupu-kupu dipilih sebagai simbol metamorfosis, menggambarkan kemungkinan seseorang untuk tumbuh dan menemukan kekuatan baru setelah melewati masa sulit.

Pesan tersebut sejalan dengan tema yang diusung film ini, yakni “Fight the Trauma”, serta ungkapan “Every pain has a beautiful side” yang menekankan bahwa pengalaman menyakitkan tidak harus menjadi akhir dari perjalanan seseorang.

Melalui kisah Niken dan pengalaman emosional yang dihadirkan dalam gala premiere, Beautiful Pain berupaya mengajak penonton membangun lingkungan yang lebih empatik terhadap perempuan yang mengalami kekerasan maupun tekanan dalam rumah tangga.

Film ini dibintangi Raihaanun sebagai Niken, Baim Wong sebagai Dirga, Tarra Budiman sebagai Randy, Anantya Kirana sebagai Naia, Evano Zyan sebagai Dio, Jajang C. Noer sebagai Rahmania, Dimas Aditya sebagai Gerry, Siti Fauziah sebagai Sekarsari, Berlliana Lovel sebagai Diana, serta Anastasia Herzigova sebagai Jane.

Beautiful Pain akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai film dan ruang diskusinya dapat diikuti melalui akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gala Premiere Beautiful Pain, Angkat Perjuangan Perempuan Melawan Kekerasan dan Stigma

Trending Now